Senin, 10 November 2014

BIOGRAFI: Blaise PASCAL

            Tanggal lahir: 19 Juni 1623 
Tempat lahir: Clermont-Ferrand, 
Auvergne, Prancis 
Meninggal: 19 Agustus 1662 (umur 39) 
Paris, Prancis
Kebangsaan:  Perancis
Era:  Filsafat abad ke-17
Wilayah:  Filsafat Barat
Agama:  Katolik Roma
Sekolah: 
Jansenisme, Proto- eksistensialisme
Keahlian: Teologi, Matematika, Filsafat, Fisika
Gagasan penting: Segitiga Pascal, 
Hukum Pascal, Teori Pascal

   Blaise Pascal adalah seorang ahli matematika, fisikawan, penemu, penulis dan filsuf Kristen berkebangsaan Perancis. Ia lahir di Clermont-Ferrand, Perancis pada 19 Juni 1623 dan meninggal di Paris, Perancis pada 19 Agustus 1662 pada umur 39 tahun.

Minat utamanya ialah filsafat dan agama, sedangkan hobinya yang lain adalah matematika dan geometri proyektif. Bersama dengan Pierre de Fermat menemukan teori tentang probabilitas. Pada awalnya minat riset dari Pascal lebih banyak pada bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan, di mana dia telah berhasil menciptakan mesin penghitung yang dikenal pertama kali. Mesin itu hanya dapat menghitung (mesin komputasi sederhana yang merupakan cikal bakal kalkulator).

Riwayat Hidup

Blaise Pascal lahir pada tanggal 19 Juni 1623 di Clermont-Ferrand, Perancis. sejak kecil Blaise dikenal sebagai seorang anak yang cerdas walaupun ia tidak menempuh pendidikan di sekolah secara resmi. Di usia 12 tahun, ia sudah bisa menciptakan sebuah mesin penghitung untuk membantu pekerjaan ayahnya. Nama ayahnya adalah Étienne Pascal. Ayahnya adalah seorang petugas penarik pajak yang bekerja di wilayah Auvergne, Perancis. Sejak usia empat tahun Blaise telah kehilangan ibunya. Karya-karyanya terus bertambah mulai dari merancang bangunan segienam (hexagram), menemukan prinsip kerja barometer, sistem kerja arloji, hingga ikut terlibat dalam pembuatan sistem transportasi bawah tanah kota Paris.

Pada tahun 1642, saat masih remaja ia mulai membuat percobaan pada mesin hitung. Setelah selama tiga tahun berusaha dan menghasilkan lima puluh prototipe, ia menemukan kalkulator mekanik. Kemudian dalam sepuluh tahun berikutnya Ia membangun 20 mesin ini (disebut kalkulator Pascal dan kemudian Pascalines). Pascal menulis sebuah risalah yang signifikan pada subyek geometri proyektif pada usia 16, dan kemudian berhubungan dengan Pierre de Fermat pada teori probabilitas, sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi modern dan ilmu sosial. Setelah Galileo dan Torricelli, pada 1646 ia membantah para pengikut Aristoteles yang bersikeras bahwa alam membenci kekosongan. Sebelum diterim, hasil penelitian Pascal menyebabkan banyak terjadi perselisihan.

Pascal memiliki kesehatan yang buruk, terutama setelah tahun ke-18, kematiannya terjadi hanya dua bulan setelah ulang tahunnya yang ke-39.

Penemuan Mesin Hitung / Kalkulator mekanik
Mesin Hitung temuan Blaise Pascal
Mesin Hitung / Kalkulator mekanik
Karya 
Blaise Pascal
Sebuah kalkulator mekanik, atau mesin menghitung, adalah alat mekanis yang digunakan untuk melakukan operasi dasar aritmatika secara otomatis. Kebanyakan kalkulator mekanik ukurannya sebanding dengan komputer desktop saat ini dan telah dianggap usang oleh munculnya kalkulator elektronik.

Abad ke-17 menandai awal sejarah kalkulator mekanik, dengan ditemukannya mesin pertama, kalkulator Pascal , pada tahun 1642. Blaise Pascal telah menciptakan sebuah mesin yang dapat melakukan perhitungan yang mana sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh manusia, meski Pascal telah menemukan mesin hitung, namun Ia tidak sampai sukses untuk membuatnya menjadi industri.

Dalam temuannya, Blaise Pascal menciptakan kalkulator mekanis untuk membantu ayahnya yang bekerja sebagai pengawas pajak di Rouen. kalkulator tersebut dinamakan Kalkulator Pascal atau Pascaline dan merupakan kalkulator mekanik hanya bekerja di abad ke-17.

Setelah tiga tahun berusaha menghasilkan 50 prototipe ia memperkenalkan kalkulator kepada publik. Ia membangun dua puluh mesin ini dalam sepuluh tahun berikutnya. Mesin ini bisa menambah dan mengurangi dua nomor secara langsung dan berkembang biak dan membagi dengan pengulangan. Pascal mengutamakan metode re-zeroing untuk mesinnya. Dengan demikian ia membuktikan sebelum dioperasikan kalkulatornya berfungsi penuh. Ini merupakan bukti kualitas Pascaline.
Sumber: 1

BIOGRAFI: WIllion Thomson KELVIN


William Thomson lahir di Belfast, Irlandia, pada tanggal 26 Juni 1824. Dia adalah anak ke-4 dari tujuh bersaudara, anak James Thomson, guru dan penulis buku pelajaran matematika. Ketika William berusia 6 tahun, ibunya meninggal. Tidak lama kemudian, ayahnya menjadi Profesor Matematika di Universitas Glasgow. James Thomson membiayai sendiri pendidikan anak-anaknya dan mengajarkan temuan-temuan terbaru dalam matematika yang belum masuk dalam kurikulum kepada mereka. William dan saudaranya yang lebih tua, James, sangat berbakat. Keduanya masuk Universitas Glasgow pada usia 10 dan 11 tahun. (Seperti William, James kelak menjadi ahli fisika dan insinyur terkemuka, meskipun tidak sehebat adiknya.)

Di Universitas Glasgow, William mempelajari karya kontroversial ahli matematika Perancis, Jean-Baptiste Fourier. Meskipun kebanyakan ilmuwan Inggris menolak karya Fourier, tetapi William menyetujuinya. Bahkan, dia percaya bahwa karya Fourier dapat dilanjutkan, dan matematika yang sama dapat diterapkan pada aliran listrik dan gerakan fluida. Dia juga menerbitkan karya tulis ilmiah -- dua karya tulis, yang berisi alasan-alasan mengapa ia menyetujui pandangan Fourier yang terbit saat ia berusia 16 (karya pertama) dan 17 tahun (karya kedua).
Tahun 1841, ketika berusia 17 tahun, William belajar di Universitas Cambridge. Ia lulus pada tahun 1845 dan memperoleh gelar BA (Sarjana Muda) dengan nilai memuaskan. Pada tahun yang sama, dia mempelajari karya George Green (yang menerapkan matematika pada listrik dan magnetisme) dan karya ahli fisika dan kimia, Michael Faraday (manfaat magnet dalam menciptakan listrik dan bagaimana arus listrik mengeluarkan medan magnetis).
Tahun 1846, saat berusia 22 tahun, Thomson menjadi profesor dalam ilmu fisika (dulu disebut filsafat alam) di Universitas Glasgow. Dia memegang jabatan ini selama 53 tahun, meskipun banyak tawaran untuk mengajar di tempat lain. Ketika Thomson menjadi profesor ilmu fisika, fisika mencakup rentangan topik yang luas dan hampir tidak ada ikatan yang menghubungkan topik-topik tersebut. Namun, dalam karya-karya Fourier, Faraday, dan Green, dia mulai melihat adanya kesatuan. Dia sendiri mampu menentukan secara matematis hubungan antara gerakan fluida dan aliran listrik. Gagasan ini diperolehnya dari karya Fourier, ketika ia masih berusia 16 tahun.
Tahun 1847, untuk pertama kalinya Thomson mendengar karya James Joule mengenai hubungan panas dan gerak mekanis. Asas penyimpanan tenaga dalam karya Joule kelak dikenal sebagai Hukum Termodinamika Pertama. Meskipun Joule diakui sebagai penemu utama termodinamika, Thomsonlah yang "memantapkan termodinamika menjadi disiplin ilmu yang resmi dan merumuskan hukumnya yang pertama dan kedua dengan terminologi yang tepat." [1]
Hukum Termodinamika Pertama menyatakan bahwa tenaga tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, tetapi bentuknya dapat diubah. Artinya, jumlah tenaga/zat di alam semesta adalah tetap. "Hukum ini secara meyakinkan mengajarkan bahwa alam semesta tidak menciptakan diri sendiri! Struktur alam semesta sekarang adalah hasil konservasi, bukan inovasi sebagaimana dinyatakan oleh teori evolusi." [2] Sementara kaum evolusi tidak dapat menjelaskan asal-usul tenaga/zat yang jumlahnya tetap ini, Alkitab bisa menjelaskan, yaitu hanya Allah yang dapat menciptakan sesuatu dari yang tidak ada. Semua perubahan yang terjadi, oleh manusia atau kekuatan alam, adalah penyusunan kembali dari yang sudah ada.
Meskipun banyak ilmuwan Inggris meragukan karya Joule, Thomson mengakui bahwa hal ini cocok dengan pola perpaduan yang mulai muncul dalam fisika. Tahun 1851, Thomson menerbitkan tulisan berjudul "On the Dynamical Theory of Heat", yang mendukung teori Joule mengenai panas dan gerak. Tulisan ini merupakan langkah penting dalam proses perpaduan bagian fisika yang terpisah-pisah. Karya ini juga memuat Hukum Termodinamika Kedua versi Thomson. (Tanpa diketahui Thomson, tahun sebelumnya, ahli fisika Jerman, R.J.E. Clausius sudah mengajukan hukum yang sama dengan Hukum Termodinamika Kedua versi Thomson.)
Hukum Kedua Termodinamika juga disebut Hukum Peluruhan Tenaga. Asas universal yang mendasari hukum ini menunjukkan bahwa semua sistem, jika tidak diprogram sebelumnya atau tidak diatur dengan tepat, cenderung berubah dari keadaan teratur menjadi tidak teratur. Ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, alam semesta berproses terus-menerus menuju kondisi di mana pengaturan semakin berkurang. Namun, evolusi mengandalkan gagasan yang sebaliknya. Ahli biologi evolusionis Inggris yang terkenal, Sir Julian Huxley mengatakan, "Evolusi dalam pengertian luas, dapat diartikan sebagai proses terarah yang pada hakikatnya tidak dapat dibalik lagi, yang terjadi sepanjang waktu, dan menimbulkan perkembangan ragam dan pengaturan yang semakin rumit." [3] Gagasan ini jelas bertentangan dengan Hukum Termodinamika Kedua.
Ringkasnya, hukum termodinamika menunjukkan bahwa "jumlah tenaga di alam semesta tidak berubah, tapi tenaga yang ada senantiasa berkurang." [4] Hukum ini bertentangan dengan pemikiran evolusioner, tapi sepenuhnya konsisten dengan kisah penciptaan Allah pada suatu waktu di masa lampau, yang diikuti oleh degenerasi secara berangsur-angsur menuju ketidakteraturan (perbudakan kebinasaan, seperti tertulis dalam Roma 8:21).
Hubungan panas dan gerak mekanik yang pertama kali diajukan oleh Joule, mendorong Thomson kepada penemuan yang paling menjadikannya terkenal, yakni skala suhu mutlak. Pakar Perancis, Jacques Charles, menyatakan isi gas akan menjadi 0, bila suhu diturunkan sampai -273° (tepatnya -273,15°) pada skala Celsius (sama dengan -459,67° Fahrenheit). Thomson sadar bahwa bukan isi gasnya, melainkan tenaga gerak partikel gaslah yang akan menjadi nol. Artinya, pada -273° Celsius, partikel gas akan berhenti bergerak. Thomson lalu merancang skala suhu baru dengan -273°. Satuan pada skala ini adalah kelvin (dengan lambang K ditulis tanpa tanda derajat [°]), sebagai penghargaan bagi Thomson yang kemudian diberi gelar Lord Kelvin. Thomson selanjutnya menyarankan pemakaian termometer gas untuk memungkinkan pengukuran cermat terhadap suhu yang lebih rendah.
Pemakaian skala suhu mutlak (yang tidak bisa bernilai negatif) kelak sangat membantu ahli fisika matematis Skotlandia, James Clerk Maxwell, dalam karyanya mengenai teori kinetik gas. Sumbangan terbesar Thomson bagi ilmu adalah bahwa "orang yang menonjol di antara ilmuwan Inggris yang jumlahnya sedikit membantu meletakkan dasar fisika modern." [5] Hal ini dilakukannya dengan menunjukkan kaitan antara listrik, magnetisme, panas, gerakan mekanik, dan gerakan gas, serta menunjukkan kerangka matematika umum yang mendasari hasil-hasil eksperimen dalam berbagai bidang fisika ini. Ini adalah perluasan teori yang penting atas karya para ilmuwan besar seperti Fourier, Faraday, dan Joule. Proses perluasan kerangka teori ini kemudian dilanjutkan oleh Maxwell dalam teori cahaya elektromagnetik. Maxwell mengakui utangnya pada Thomson sebagai mentornya.
Bersama ahli matematika dan fisika Skotlandia, Percy Guthrie Tait (juga seorang Kristen yang tulus), Thomson menulis buku pelajaran fisika agar dapat meneruskan kerangka teoretisnya kepada para ahli fisika kelak. Dia juga menerbitkan lebih dari 600 karya ilmiah.
Tahun 1844, Samuel Morse sukses memperagakan mesin telegrafinya. Tapi apakah temuan ini dapat dipakai untuk komunikasi antarbenua dengan memakai kabel bawah laut? Ternyata usaha Morse untuk memperagakan telegrafinya lewat kabel bawah laut gagal. Mathew Maury, seorang oseanograf Amerika Serikat dan William Thomson adalah orang yang mendukung gagasan Morse. Thomson menjadi konsultan kepala pada Atlantic Telegraph Company dan turut serta pada tahap awal pemasangan kabel itu. Thomson menciptakan alat penerima telegram yang disebut galvanometer cermin untuk digunakan bersama kabel di bawah laut. Tapi ia tidak sependapat dengan kepala kelistrikan perusahaan, E.O.W. Whitehouse, mengenai rancangan kabelnya. Perusahaan mulanya memakai gagasan Whitehouse, tapi kemudian menyadari bahwa rancangan Thomson lebih baik. Akhirnya, rancangan Thomson dipakai untuk kabel dan pemakaian galvanometer cermin. "Dengan berbuat demikian, perusahaan menghemat waktu dan biaya." [6]
Penemuan kabel transatlantik merupakan terobosan besar dalam dunia komunikasi. Sebagai penghargaan atas sumbangan Thomson untuk keberhasilan proyek itu, Ratu Victoria menghadiahkan gelar bangsawan kepadanya tahun 1866. Namanya menjadi Sir William Thomson. Kemudian dia menjadi mitra dalam perusahaan-perusahaan teknik mesin yang terlibat dalam perencanaan dan pembuatan kabel-kabel di bawah laut lainnya. Setelah keberhasilan pemasangan kabel transatlantik, galvanometer cermin -- pencatat perpindahan pipa (siphon) -- yang telah dimodifikasi Thomson dipakai di hampir semua kabel bawah laut di seluruh dunia.
Selama hidupnya, Thomson memperoleh hak paten untuk sekitar tujuh puluh temuannya, termasuk beberapa alat listrik untuk kabel bawah laut. Thomson juga merupakan anggota kunci dari komite Inggris untuk penggunaan perangkat satuan listrik, dan ini kemudian diterima secara internasional. Thomson juga berhasil dalam merekacipta kompas kapal jenis baru yang hampir tidak terpengaruh oleh besi kapal. Setelah itu dia menciptakan alat peramal pasang surut laut yang dapat memperkirakan tingginya permukaan laut di suatu pelabuhan. Dia juga menciptakan alat pengukur kedalaman laut.
Thomson sangat menentang gagasan geologi uniformitarian Charles Lyell dan teori evolusi Charles Darwin. (Uniformitarianisme berpendapat bahwa bentukan-bentukan geologis merupakan hasil kekuatan biasa yang terjadi selama waktu yang tak terhingga lamanya.) Tahun 1865, Thomson menerbitkan tulisannya berjudul "The Doctrine of Uniformity in Geology Briefly Refuted". Penolakan Thomson terhadap uniformitarianisme dan evolusi ditegakkan di atas dasar-dasar ilmu dan kekristenan. Thomson mengatakan, "Kehidupan di bumi pasti tidak terjadi oleh tindakan kimiawi atau listrik atau pengelompokan kristal molekul-molekul. Kita harus merenung, menyelami misteri dan keajaiban Penciptaan segala makhluk." [7] Dia berdebat dengan Thomas Huxley, Presiden Geological Society of London mengenai bukti ilmiah uniformitarianisme dan evolusi. (Huxley dikenal sebagai "anjing buldog Darwin" karena kegigihannya mempertahankan gagasan Darwin.)
Perdebatan berkepanjangan antara Thomson dan Huxley, berawal ketika Thomson menghitung usia maksimal bumi berdasarkan hukum termodinamika. Tahun 1862, Thomson mengalkulasi, jika bumi terbentuk melalui proses pendinginan masa yang meleleh, sebagaimana anggapan umum, maka menurut hukum termodinamika, bumi tidak mungkin berusia lebih dari 100 juta tahun. (Ini adalah batas atas berdasar hukum fisika, bukan berdasarkan kepercayaan Thomson.) Kalkulasi ini jelas berlawanan dengan waktu yang diperlukan untuk proses evolusi yang lamban, seperti gagasan Darwin. Thomson ingin menunjukkan bahwa teori geologi dan biologi seharusnya tidak bertentangan dengan teori fisika yang sudah diakui.
Ketika radioaktivitas ditemukan menjelang akhir hidup Thomson, para lawannya menyatakan bahwa temuan ini menggagalkan kalkulasinya mengenai usia maksimal bumi. Meskipun benar bahwa panas radioaktivitas memang mengubah kalkulasi tersebut, Thomson kemudian membuat kalkulasi lagi dengan memperhitungkan panas radioaktivitas. Sampai menjelang ajalnya, Thomson masih terlibat dalam kontroversi mengenai perhitungan usia maksimum bumi berdasarkan efek radioaktivitas. (Dalam tulisan singkat berjudul "Evidence for a Young World", ahli fisika, Dr. Russel Humphreys, membahas 15 ranah bukti ilmiah yang menentang kerangka waktu evolusi. [8])
Selama hidupnya, Thomson menerima 21 gelar doktor kehormatan. Tahun 1851, dia diterima sebagai "Fellow of the Royal Society" -- asosiasi Inggris paling bergengsi untuk para ilmuwan. Dia menjabat Presiden Royal Society dari tahun 1890-1895. Tahun 1892, Thomson diberi gelar Baron Kelvin dari Largs oleh Ratu Victoria. Sejak itu, dia lebih dikenal sebagai Lord Kelvin ketimbang Sir William Thomson. Lord Kelvin meninggal di Largs, Ayrshire, Skotlandia, tanggal 17 Desember 1907. Dia mendapat kehormatan besar untuk dimakamkan di Westminster Abbey di London.
Iman Kelvin sangat teguh. Dia percaya bahwa alam memberikan banyak bukti yang mendukung imannya. "Di sekeliling kita berlimpah-ruah bukti mengenai adanya rancangan yang cerdas dan penuh kebajikan... gagasan ateis sangat tidak masuk akal, sehingga saya tidak dapat mengungkapkannya dengan kata-kata." [9] Kelvin tidak melihat pertentangan antara ilmu dan Alkitab. Bahkan, dia mengatakan bahwa "mengenai asal-usul kehidupan, ilmu... memastikan adanya kekuasaan yang kreatif." [10]
Sumber : 1

HEWAN: Ikan HIU

Hiu samudra berujung putihCarcharhinus longimanus
Ikan Hiu adalah sekelompok (superordo Selachimorphaikan dengan kerangka tulang rawan yang lengkap [1] dan tubuh yangramping. Mereka bernapas dengan menggunakan lima liang insang (kadang-kadang enam atau tujuh, tergantung pada spesiesnya) di samping, atau dimulai sedikit di belakang, kepalanya. Hiu mempunyai tubuh yang dilapisi kulit dermal denticles untuk melindungi kulit mereka dari kerusakan, dari parasit, dan untuk menambah dinamika air.[1] Mereka mempunyai beberapa deret gigi yang dapat digantikan.
Hiu mencakup spesies yang berukuran sebesar telapak tangan. Hiu pigmiEuprotomicrus bispinatus, sebuah spesies dari laut dalam yang panjangnya hanya 22 cm, hingga hiu pausRhincodon typus, ikan terbesar yang mampu tumbuh hingga sekitar 12 meter dan yang, seperti ikan paus, hanya memakan plankton melalui alat penyaring di mulutnya. Hiu bantengCarcharhinus leucas, adalah yang paling terkenal dari beberapa spesies yang berenang di air laut maupun air tawar (jenis ini ditemukan di Danau Nikaragua, di Amerika Tengah) dan di delta-delta.[2]
Klasifikasi
Rentang fosil
Devonian awal – Baru-baru ini
Kerajaan
Filum
Upafilum
Kelas
Upakelas
Superordo
Selachimorpha
Ordo

Ciri-ciri fisik

Kerangka

Kerangka hiu sangat berbeda dibandingkan dengan ikan-ikan bertulang seperti misalnya ikan kod, karena terbuat dari tulang muda(tulang rawan), yang sangat ringan dan lentur, meskipun tulang muda di ikan-ikan hiu yang lebih tua kadang-kadang sebagian bisamengapur, sehingga membuatnya lebih keras dan lebih seperti tulang. Rahang hiu beraneka ragam dan diduga telah berevolusi dari rongga insang yang pertama. Rahang ini tidak melekat pada cranium dan mempunyai deposit mineral tambahan yang memberikannya kekuatan yang lebih besar.[3]
Hiu umumnya lambat mencapai kedewasaan seksualnya dan menghasilkan sedikit sekali keturunan dibandingkan dengan ikan-ikan lainnya yang dipanen. Ini telah menimbulkan keprihatinan di antara para biologiwan karena meningkatnya usaha yang dilakukan untuk menangkapi ikan hiu selama ini, dan banyak spesies yang kini dianggap terancam punah.
Beberapa organisasi, seperti misalnya Shark Trust, melakukan kampanye untuk membatasi penangkapan hiu.

Hiu dalam mitologi

Hiu sangat menonjol dalam mitologi Hawaii. Ada cerita-cerita tentang manusia hiu yang mempunyai rahang hiu di belakang mereka. Mereka dapat berubah bentuk antara hiu dan manusia pada waktu-waktu yang mereka inginkan. Sebuah tema umum dalam cerita-cerita ini adalah bahwa manusia-manusia hiu ini akan memperingatkan orang-orang yang ke pantai bahwa di perairan itu terdapat hiu. Orang-orang yang ke pantai itu akan menertawai dan mengabaikan peringatan-peringatan mereka dan akan tetap berenang, dan karena itu kemudian mereka dimakan oleh manusia hiu yang sama, yang memberikan peringatan kepada mereka agar tidak turun ke air.
Mitologi Hawaii juga mengandung banyak dewa hiu. Mereka percaya bahwa hiu adalah penjaga samudra, dan mereka disebut Aumakua:[4]
  • Kamohoali'i – Dewa hiu yang paling terkenal dan dihormati. Ia lebih tua dan menyukai saudara dari Pele,[5] dan menolong serta berjalan bersamanya ke Hawaii. Ia mampu mengambil rupa manusia dan ikan. Sebuah tebing yang tinggi di kawah Kilauea dianggap sebagai salah satu tempatnya yang paling suci. Di salah satu tempat itu, ia mempunyai sebuah he'iau (kuil) yang dipersembahkan baginya di setiap potong tanah yang menjorok ke laut di pulau Moloka'i.
  • Ka'ahupahau – Dewi ini dilahirkan sebagai manusia, dengan ciri khasnya karena rambutnya yang merah. Ia belakangan berubah ke dalam bentuk hiu dan diyakini melindungi rakyat yang hidup di O'ahu dari ikan-ikan hiu. Ia juga diyakini hidup dekat Pearl Harbor.
  • Kaholia Kane – Ini adalah dewa hiu dari ali'i Kalaniopu'u dan diyakini tinggal di sebuah gua di Puhi, Kaua'i.
  • Kane'ae – Dewi hiu yang berubah menjadi manusia agar dapat mengalami suka cita menari.
  • Kane'apua – Yang paling umum, ia diyakini sebagai saudara laki-laki dari Pele dan Kamohoali'i. Ia adalah dewa yang suka mempermainkan orang yang melakukan banyak tindakan kepahlawanan, termasuk menenangkan dua bukit legendaris yang konon bertabrakan sehingga menghancurkan perahu-perahu yang berusaha melewatinya.
  • Kawelomahamahai'a – Asalnya manusia, ia kemudian diubah menjadi hiu.
  • Keali'ikau 'o Ka'u – Ia adalah sepupu dari Pele dan anak laki-laki dari Kua. Ia disebut pelindung rakyat Ka'u. Ia pernah mengadakan hubungan dengan seorang gadis manusia, yang melahirkan seekor hiu hijau.
  • Kua – ini adalah dewa hiu yang utama dari rakyat Ka'u, dan diyakini merupakan nenek moyang mereka.
  • Kuhaimoana – Ia adalah saudara laki-laki dari Pele dan tinggal di pulau Ka'ula. Panjangnya konon 55 m dan merupakan suami dari Ka'ahupahau.
  • Kauhuhu – Ia adalah raja hiu yang kejam yang hidup di sebuah gua di Kipahulu di pulau Maui. Kadang-kadang ia pindah ke gua yang lain di sisi angin bertiup dari pulau Moloka'i.
  • Kane-i-kokala – Sejenis dewa hiu yang menyelamatkan orang-orang yang karam kapalnya dengan membawa mereka ke pantai. Orang-orang yang menyembahnya tidak mau memakannya, menyentuh atau melintasi asap kokala, ikannya yang suci.
Dalam budaya-budaya Samudra Pasifik lainnya, Dakuwanga adalah dewa hiu yang juga merupakan pemakan jiwa-jiwa yang tersesat.
Di Yunani kuno, orang dilarang makan daging hiu pada festival-festival perempuan.

Mitos

Ada mitos yang populer bahwa hiu kebal terhadap penyakit dan kanker; namun hal ini tidak benar. Ada penyakit dan parasit yang memengaruhi hiu. Bukti bahwa hiu setidak-tidaknya tahan terhadap kanker dan penyakit boleh dikatakan hanya anekdot dan kalaupun ada, sedikit sekali studi ilmiah atau statistik yang membuktikan bahwa hiu dapat meningkatkan kekebalan terhadap penyakit. Namun sekarang sudah ada beberapa perusahaan obat-obatan yang memproduksi minyak hati ikan hiu (Squalene) untuk meningkatkan kesehatan hati dan jantung[6].
Sumber: 1

BAHASA dan SASTRA: MAJAS

Majas adalah gaya bahasa dalam sebuah kalimat / karya sastra yang berfungsi memberikan tekanan / efek pada kalimat tersebut. 
1.   Majas Perbandingan
a.   Majas metafora. Yaitu gaya bahasa yang memperbandingkan suatu benda dengan benda lain dan keduanya memiliki sifat yang sama atau penggunaan bahasa kiasan.
Contoh :
-     Ibu Rani sangat menyayangi ke tiga buah hatinya. Buah hati yang dimaksud di sini adalah kata pengganti dari anak.
-     Engkau adalah belahan jantungku. Belahan jantungku yang dimaksud adalah kekasihku.
b.  Majas personifikasi. Yaitu gaya bahasa yang mengibaratkan benda mati menjadi seolah-olah hidup dengan memberikan sifat seperti makhluk hidup.
Contoh :
-     Ketika angin bertiup, padi melambaikan tangannya. Arti dari melambaikan tangan untuk padi ialah gerakan tangkai daunnya yang ditiup angin.
-     Rinai hujan menari-nari di halaman rumahku.  Kalimat tersebut memiliki arti hujan yang turun di halaman rumah karena ditiup angin maka hujan tersebut seperti menari.
c.   Majas asosiasi / simile. Yaitu gaya bahasa yang menggunakan sebuah ibarat untuk memberikan penekanan yang jelas kepada pembaca. Biasanya, sebelum kata ibarat, didahului oleh kata penghubung : seperti, bak, bagaikan, laksana, layaknya, dsb.
Contoh :
-     Wajahmu bagaikan rembulan di malam hari.
-     Persahabatan kita layaknya rantai yang kuat.
-     Orang sakit itu wajahnya pucat bagai mayat.
d.  Majas simbolik. Yaitu gaya bahasa yang menggunakan simbol / lambang untuk melukiskan sesuatu dan biasanya di lambangkan menggunakan benda, hewan atau tumbuhan.
Contoh :
-     Ia seorang lintah darat. Lintah darat = rentenir
-     Rumah susun di wilayah Jakarta Timur dilalap si jago merah. Jago merah = api
e.   Majas metonimia. Yaitu gaya bahasa yang menyebutkan merek benda tersebut untuk menyatakan sebuah benda.
Contoh :
-     Nenek belanja membeli Rheumason. Rheumason adalah nama merek dari balsam.
-     Ibu pergi ke sekolah mengendarai Ertiga. Ertiga adalah nama merek dari produk mobil.
-     Bibi pergi ke supermarket membeli Bimoli. Bimoli adalah nama produk sebuah minyak goreng.
f.   Majas litotes. Yaitu gaya bahasa yang menggunakan kata yang dimaksudkan untuk merendahkan hati.
Contoh :
-     Silakan mampir ke gubuk saya bila ada waktu. Gubuk = rumah
-     Paman hanya memiliki sejengkal tanah. Sejengkal yang dimaksudkan di sini bukan paman hanya memiliki tanah satu jengkal.
g.   Majas eufemisme. Yaitu gaya bahasa yang menggunakan kata yang lebih sopan supaya terhindar dari tabu.
Contoh :
-     Orang itu mungkin sudah berubah akal. Berubah akal = gila.
-     Dimanakah kamar kecilnya? Kata tersebut lebih sopan daripada “Dimanakah tempat kencingnya?”
h.  Majas antonomasia. Yaitu gaya bahasa yang menggunakan ciri orang tersebut untuk memanggil nya.
Contoh :
-     Si cungkring. Cungkring = kurus
-     Si gembrot. Gembrot = gendut
-     Si cebol. Cebol = kecil
i.    Majas sinekdoke. Dibagi 2.
1)  Sinekdoke pars prototo, yaitu gaya bahasa yang melukiskan sebagian untuk seluruh. Contoh :
-     Sejak kemarin ia tidak kelihatan batang hidungnya. Batang hidung digunakan untuk mewakili seluruh tubuhnya.
-     Penjual alat dapur itu lebih menggunakan sistem pintu ke pintu. Pintu ke pintu digunakan untuk mewakili kata rumah ke rumah.
2)  Sinekdoke totem pro partai, yaitu gaya bahasa yang melukiskan keseluruhan untuk sebagian.
-     Indonesia menang 4-0 atas Maladewa di pertandingan sepak bola Asian Games XVII/2014 di Stadion Incheon hari ini. Kata Indonesia dan Maladewa bukan berarti seluruh warga kedua negara bertanding. Melainkan hanya melukiskan sebagian atlet saja yang bertanding sepak bola.
-     Aktor muda tersebut disukai kaum hawa. Kata kaum hawa merujuk pada seluruh perempuan. Tetapi kenyataannya, ia hanya disukai sebagian perempuan saja.
Majas penegasan yaitu majas yang mengandung pengulangan bunyi, suku kata, frasa, atau kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah hubungan kalimat. 

2.  Majas Penegasan
a.   Majas pleonasme. Yaitu gaya bahasa yang menggunakan kata yang sebenarnya tidak perlu dipakai sebab sudah dijelaskan pada kata yang mendahuluinya.
Contoh :
-     Aku melihat dia mencuri dengan mata kepalaku sendiri. Yang pasti, ia melihat pasti dengan matanya sendiri.
-     Tolong maju ke depan! Jelas, bahwa maju itu ke depan.
b.  Majas repetisi. Yaitu gaya bahasa yang mengulang-ulang sepatah / beberapa kata dalam beberapa kalimat.
Contoh :
-     Hanya engkau yang kudamba. Hanya engkau yang kurindukan. Hanya engkau yang kunanti.
-     Marilah kita sambut idola kita. Marilah kita sambut pahlawan kita. Marilah kita sambut sang juara.
c.   Majas tautologi. Yaitu gaya bahasa yang mengulang-ulang beberapa kata atau menggunakan beberapa sinonim kata tersebut berturut-turut dalam sebuah kalimat.
Contoh :
-     Jika aku kau bohongi, sungguh aku benci, benci, benci.
-     Gapailah asaharapan, dan cita-citamu setinggi langit.
d.  Majas paralelisme. Yaitu gaya bahasa yang mengulang kata yang sama dalam sebuah puisi. Ada 2, yaitu:
1)  Anafora, yaitu kata yang diulang terdapat pada awal larik
Contoh :
-     Kekasihku
Apatah kekal
Apatah takbersalin rupa
Apatah boga’sepanjang masa
2)  Epifora, yaitu kata yang diulang terdapat pada akhir larik.
Contoh :
-     Kalau kumau, aku akan datang
Jika kaukehendaki, aku akan datang
Bila kauminta, aku akan datang
e.   Majas klimaks. Yaitu gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang berturut-turut yang makin lama makin menghebat (naik)
Contoh :
-     Pelajaran yang kamu dapat di sekolah hendaknya kamu hafalkan, kamu pahami, dan barulah kamu kuasai.
-     Pejabat RT, RW, kepala desa sampai presiden pun tidak bisa mencampuri urusan pribadi seseorang.
f.   Majas antiklimaks. Yaitu gaya bahasa yang kata-katanya makin lama makin melemah / turun (kebalikan dari majas klimaks).
Contoh :
-     Acara tersebut dihadiri oleh siswa SMA, SMP, sampai SD di kabupaten tersebut.
-     Hari jadi Kabupaten Tulungagung dirayakan oleh warga kota hingga pelosok desa.
g.   Majas inversi. Yaitu gaya bahasa yang mementingkan predikat, dengan meletakkan di depan subjek.
Contoh :
-     Lebar sekali tertawanya. Lebar sekali merupakan predikat, tertawanya adalah subjek.
-     Sangat putih giginya. Sangat putih merupakan predikat, giginya adalah subjek.
h.  Majas elipsi. Yaitu gaya bahasa yang menghilangkan subjek atau predikat atau jabatan kalimat yang lain dianggap sudah diketahui.
Contoh :
-     Ali ke sekolah pagi-pagi. (penghilangan predikat pergi)
-     Berbohong lagi kan? Bosan aku! (penghilangan subjek kamu)
i.    Majas retoris. Yaitu gaya bahasa yang menggunakan kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban.
Contoh :
-     Mungkinkah orang mati dapat hidup kembali?
-     Apakah arti dari semua ini?
j.   Majas koreksio. Yaitu gaya bahasa yang mengandung pembetulan dari kata yang sudah diucapkan, baik itu disengaja maupun tidak sengaja.
Contoh :
-     Silakan pulang anak-anak, eh maaf, silakan istirahat!
-     Hasil hitung perkalian 8 kali 7 adalah 54, eh maksud saya 56.
k.   Majas asindenton. Yaitu gaya bahasa yang berisi penyebutan berturut-turut hal, keadaan, atau benda tanpa kata penghubung.
Contoh :
-     Vini, vidi, vici adalah ucapan Julius Caesar yang berarti saya datang, saya lihat, saya menang.
l.    Majas polisindenton. Yaitu gaya bahasa yang menggunakan banyak kata penghubung, (kebalikan dari majas asindenton).
Contoh :
-     Sebelum pulang, maka ia rapikan lagi peralatan sekolahnya karena besok akan dipergunakan lagi. Lagipula, Pak Karto sering marah jika melihat perkakas berserakan.

3.  Majas Pertentangan
a.   Majas paradoks. Yaitu gaya bahasa yang seolah-olah bertentangan, ternyata tidak karena objeknya berlainan.
Contoh :
-     Dia kaya, tetapi miskin. Maksudnya, dia kaya harta, tetapi miskin ilmu.
-     Aku sungguh kesepian di tempat seramai ini. Maksudnya dia kesepian tidak mempunyai teman di tengah keramaian.
b.  Majas antitesis. Yaitu gaya bahasa yang menggunakan paduan kata berantonim.
Contoh :
-     Susah senangsedih gembira, kita lalui bersama.
-     Hidup matiku, semuanya hanya atas kuasa Allah.
c.   Majas kontradiksio. Yaitu gaya bahasa yang memperlihatkan pertentangan pernyataan dengan yang diucapkan sebelumnya.
Contoh :
-     Semuanya sudah hadir di kelas ini kecuali Dicky yang sedang sakit. Kata kecuali bertentangan dengan kata semuanya sudah hadir.
-     Ruangan ini kosong, sepi dan sunyi. Tak ada suara di dalamnya. Hanya detakan jam dinding saja yang terdengar. Kata tak ada suara bertentangan dengan suara detakan jam dinding yang terdengar.
d.  Majas oksimoron. Yaitu gaya bahasa yang mengandung pertentangan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan dalam frasa yang sama.
Contoh :
-     Siaran radio dapat dipakai untuk sarana persatuan dan kesatuan, tetapi dapat juga sebagai alat untuk memecah belahsuatu kelompok masyarakat atau bangsa.
-     Olahraga arung jeram sangat menyenangkan juga sangat berbahaya.
e.   Majas paronomasia. Yaitu gaya bahasa yang berupa penjajaran kata-kata berbunyi sama, tetapi bermakna lain.
Contoh :
-     Bisa ular bisa digunakan sebagai obat. Bisa yang pertama berarti racun, dan bisa yang kedua berarti dapat.
f.   Majas anakronisme. Yaitu gaya bahasa yang menggunakan dua hal yang memiliki latar belakang berbeda.
Contoh :
-     Gatot Kaca membuka Twitter.
-     Arjuna saling berkirim SMS dengan Srikandi untuk melepas rasa rindu.
Sumber : 1, 2, 3