Senin, 10 November 2014

SEJARAH: Kerajaan MUGHAL

Kesultanan Mughal
شاهان مغول
مغلیہ سلطنت
1526–1857

Bendera
Ibu kotaAgra dan Delhi
Bahasabahasa Persia Dari(pada permulaanyaChagatai; juga tulisanUrdu)
PemerintahanMonarki absolut, pemerintahan militer
dengan struktur federal
Sultan
 - 1526–1530Babur
 - 1530–1539, 1555–1556Humayun
 - 1556–1605Akbar
 - 1605–1627Jahangir
 - 1628–1658Shah Jahan
 - 1658–1707Aurangzeb
 - 1707–1857Kaisar terakhir
Sejarah
 - Didirikan21 April 1526 1526
 - Runtuh10 Mei 1857
Luas
4.500.000 km²(1.737.460 mil²)
Populasi
 - Perk. 1700150.000.000 
Mata uangRupee
Pendahulu
Pengganti
Dinasti Timuriyah
Kesultanan Delhi
Dinasti Suri
Adil Shahi
Kesultanan Bengal
Kesultanan Dekan
Kekaisaran Maratha
Kekaisaran Durrani
Raj Britania
Negara Hyderabad
Nawab of Carnatic
Nawab of Bengal
Nawab of Awadh
Kerajaan Mysore
Negara Bharatpur
Sejarah Asia Selatan
Flag of Bangladesh.svg Flag of Bhutan.svg Flag of India.svg Flag of Maldives.svg Flag of Nepal.svg Flag of Sri Lanka.svgFlag of Pakistan.svg
Sejarah India
Zaman Batu70.000–3300 SM
· Kebudayaan Mehrgarh· 7000–3300 SM
Peradaban lembah sungai Indus3300–1700 SM
Kebudayaan Harappa1700–1300 SM
Zaman Weda1500–500 SM
· Zaman besi· 1200–500 SM
· Kerajaan dalam Weda1200–700 SM
Maha Janapadas700–300 SM
Kerajaan Magadha1700 SM–550 M
· Dinasti Maurya· 321–184 SM
Kerajaan tengah230 SM–1279 M
· Kerajaan Satawahana· 230 SM–199 M
· Kekaisaran Kushan· 30–375
· Kemaharajaan Gupta· 240–550
· Dinasti Pala· 750–1174
· Kerajaan Chola· 848–1279
Kesultanan Islam1206–1596
· Kesultanan Delhi· 1206–1526
· Dekhan· 1490–1596
Kerajaan Hoysala1040–1346
Kerajaan Kakatiya1083–1323
Kerajaan Wijayanagara1336–1565
Kesultanan Mughal1526–1707
Kekaisaran Maratha1674–1818
Masa kolonial1757–1947
Zaman moderntahun 1947 ke atas
Sejarah India Selatan
Bangladesh · Bhutan · India
Maladewa · Nepal · Pakistan · Sri Lanka
Sejarah daerah
Assam · Bengal · Wilayah Pakistan
Punjab · Sindh · India Selatan · Tibet
Sejarah istimewa
Dinasti di India · Ekonomi · Indologi · Bahasa · Sastra
Maritim · Militer · Iptek
Kesultanan Mughal (bahasa Persiaشاهان مغول Shāhān-e Moġul; sebutan diri: گوركانى - Gūrkānī) adalah elanjutan dari kesultanan Delhi[5], sebab ia menandai puncak perjuangan panjang untuk membentuk sebuah imperium India muslim yang didasarkan pada sebuah sintesa antara warisan bangsa Persia dan bangsa India. Kerajaan Mughal bukanlah kerajaan Islam pertama di India. Jika pada dinasti-dinasti sebelumnya Islam belum menemukan kejayaannya, maka kerajaan ini justru bersinar dan berjaya. Keberadaan kerajaan ini dalam periodisasi sejarah Islam dikenal sebagai masa kejayaan kedua setelah sebelumnya mengalami kecemerlangan pada dinasti Abbasiyah.
Kerajaan Mogul (Mughal-pen) ini didirikan oleh Zahiruddin Muhammad Babur (1526-1530M)[6] salah satu dari cucu Timor Lenk. Ayahnya Umar Mirza, penguasa Ferghana. Babur mewarisi daerah Ferghana dari orang tuanya ketika ia masih berusia 11 tahun. Ia berambisi dan bertekat akan menaklukkan Samarkand yang menjadi kota penting di Asia Tengah pada masa itu. Pada mulanya, ia mengalami kekalahan, tetapi karena mendapat bantuan dari Raja Safawi, Ismail I akhirnya berhasil menaklukkan Samarkand pada tahun 1494 M.
Pada tahun 1504 M, ia menduduki Kabul, ibu kota Afganistan. Setelah Kabul dapat ditaklukkan, Babur meneruskan ekspansinya ke India. Kala itu Ibrahim Lodi, penguasa India, dilanda krisis, sehingga stabilitas pemerintahan menjadi kacau. Alam Khan, paman dari Ibrahim Lodi, bersama-sama Daulat Khan, Gubernur Lahore, mengirim utusan ke Kabul, meminta bantuan Babur untuk menjatuhkan pemerintahan Ibrahim Lody di Delhi.[7] Permohonan  itu langung diterimanya. Pada tahun 1525 M, Babur berhasil menguasai Punjab dengan ibu kota Lahore. Setelah itu, ia memimpin tentaranya menuju Delhi. Pada 21 April 1526 M, terjadilah pertempuran yang dahsyat di Panipat. Ibrahim Lody beserta ribuan tentaranya terbunuh dalam pertempuran itu. Babur memaski kota Delhi sebagai pemenang dan menegakkan pemerintahannya di sana. Dengan demikian berdirilah Kerajaan Mughal di India.
Dari pendapat di atas, sesuatu yang dapat disepakati bahwa Kerajaan Mughal merupakan warisan kebesaran Timur Lenk, dan bukan warisan keturunan India yang asli. Meskipun demikian, Dinasti Mughal telah memberi warna tersendiri bagi peradaban orang-orang India yang sebelumnya identik dengan agama Hindu.
Babur bukanlah orang India[8]. Syed Mahmudunnasir menulis, “Dia bukan orang Mughal. Di dalam memoarnya dia menyebut dirinya orang Turki.[9] Akan tetapi, cukup aneh, dinasti yang didirikannya dikenal sebagai dinasti Mughal. Sebenarnya Mughal menjadi sebutan umum bagi para petualang yang suka perang dari Persia di Asia Tengah, dan meskipun Timur (Timur Lenk) dan semua pengikutnya menyumpahi nama itu sebagai nama musuhnya yang paling sengit, nasib merekalah untuk dicap dengan nama itu, dan sekarang tampaknya terlambat untuk memperbaiki kesalahan itu.”
Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa faktor berdirinya Kerajaan Mughal adalah:
  1. Ambisi dan karakter Babur sebagai pewaris keperkasaan ras Mongolia
  2. Sebagai jawaban atas krisis yang tengah melanda India.

Raja-raja Mughal
Selama masa pemerintahannya Kerajaan Mughal dipimpin oleh beberapa orang raja. Raja-raja yang sempat memerintah adalah:
  1. Zahiruddin Muhammad Babur (1526-1530) adalah : Raja pertama sekaligus pendiri Kerajaan Mughal. Masa kepemimpinannnya digunakan untuk membangun fondasi pemerintahan. Awal kepemimpinannya, Babur masih menghadapi ancaman pihak-pihak musuh, utamanya dari kalangan Hindu yang tidak menyukai berdirinya Kerajaan Mughal. Orang-orang Hindu segera menyusun kekuatan gabungan, namun Babur berhasil mengalahkan mereka dalam suatu pertempuran[10]. Sementara itu dinasti Lodi berusaha bangkit kembali menentang pemerintahan Babur dengan pimpinan Muhammad Lodi. Pada pertempuran di dekat Gogra, Babur dapat menumpas kekuatan Lodi pada tahun 1529[11]. Setahun kemudian yakni pada tahun 1530 Babur meninggal dunia.
  2. Humayun (1530-1556), Sepeninggal Babur, tahta Kerajaan Mughal diteruskan oleh anaknya yang bemama Humayun. Humayun memerintah selama lebih dari seperempat abad (1530-1556 M). Pemerintahan Humayun dapat dikatakan sebagai masa konsolidasi kekuatan periode I. Sekalipun Babur berhasil mengamankan Mughal dari serangan musuh, Humayun masih saja menghadapi banyak tantangan. Ia berhasil mengalahkan pemberontakan Bahadur Syah, penguasa Gujarat yang bermaksud melepaskan diri dari Delhi. Pada tahun 1450 Humayun mengalami kekalahan dalam peperangan yang dilancarkan oleh Sher Khan dari Afganistan. Ia melarikan diri ke Persia.
Di pengasingan ia kembali menyusun kekuatan. Pada saat itu Persia dipimpin oleh penguasa Safa¬wiyah yang bernama Tahmasp. Setelah lima belas tahun menyusun kekuatannya dalam pengasingan di Persia, Humayun berhasil menegakkan kembali kekuasaan Mughal di Delhi pada tahun 1555 M. Ia mengalahkan ke¬kuatan Khan Syah. Setahun kemudian, yakni pada tahun 1556 Humayun meninggal. Ia digantikan oleh putranya Akbar.
  1. Akbar (1556-1605), Pengganti Humayun adalah raja Mughal paling kontroversial. Masa pemerintahannya dikenal sebagai masa kebangkitan dan kejayaan Mughal sebagai sebuah dinasti Islam yang besar di India. Ketika menerima tahta kera¬jaan ini Akbar baru berusia 14 tahun, sehingga seluruh urusan pemerintahan dipercayakan kepada Bairam Khan, seorang penganut Syi’ah. Di awal masa pemerintahannya, Akbar menghadapi pemberontakan sisa-sisa keturunan Sher Khan Shah yang masih ber¬kuasa di Punjab. Pemberontakan yang paling mengancam kekuasaan Akbar adalah pemberontakan yang dipimpin oleh Himu yang menguasai Gwalior dan Agra. Pasukan pemberontak berusaha memasuki kota Delhi. Bairam Khan menyambut kedatangan pasukan tersebut sehingga terjadilah peperangan dahsyat yang disebut Panipat II pada tahun 1556 M. Himu dapat dikalah¬kan dan ditangkap, kemudian dieksekusi. Dengan demikian, Agra dan Gwalior dapat dikuasai penuh. Setelah Akbar dewasa ia berusaha menyingkirkan Bairam Khan yang sudah mempunyai pengaruh sangat kuat dan terlampau memaksakan kepentingan aliran Syi’ah. Bairam Khan memberontak, tetapi dapat dikalahkan oleh Akbar di Jullandur[12] tahun 1561 M. Setelah persoalan-persoalan dalam negeri dapat diatasi, Akbar mulai menyusun program ekspansi. Ia berhasil menguasai Chundar, Ghond, Chitor, Ranthabar, Kalinjar, Gujarat, Surat, Bihar, Bengal, Kashmir, Orissa, Deccan, Gawilgarh, Narhala, Ahmadnagar, dan Asirgah. Wilayah yang sangat luas itu diperintah dalam suatu pemerintahan militeristik.
Keberhasilan ekspansi militer Akbar menandai berdirinya Mughal sebagai sebuah kerajaan besar[13]. Dua gerbang India yakni kota Kabul sebagai gerbang ke arah Turkistan, dan kota Kandahar sebagai gerbang ke arah Persia, dikuasai oleh pemerintahan Mughal[14]. Menurut Abu Su’ud, dengan keberhasilan ini Akbar bermaksud ingin mendirikan Negara bangsa (nasional). Maka kebijakan yang dijalankannya tidak begitu menonjolkan spirit Islam, tetapi bagaimana mempersatukan berbagai etnis yang membangun dinastinya. Keberhasilan Akbar mengawali masa kemajuan Mughal di India.
  1. Jahangir (1605-1627), Kepemimpinan Jihangir yang didukung oleh kekuatan militer yang besar. Semua kekuatan musuh dan gerakan pemberontakan berhasil dipadamkan, sehingga seluruh rakyat hidup dengan aman dan damai[15]. Pada masa kepemimpinannya, Jehangir berhasil menundukkan Bengala (1612 M), Mewar (1614 M) Kangra. Usaha-usaha pengamanan wilayah serta penaklukan yang ia lakukan mempertegas kenegarawanan yang diwarisi dari ayahnya yaitu Akbar.
  2. Syah Jihan (1628¬-1658) tampil meggantikan Jihangir. Bibit-bibit disintegrasi mulai tumbuh pada pemerintahannya[16]. Hal ini sekaligus menjadi ujian terhadap politik toleransi Mughal. Dalam masa pemerintahannya terjadi dua kali pemberontakan. Tahun pertama masa pemerintahannya, Raja Jujhar Singh Bundela berupaya memberontak dan mengacau keamanan, namun berhasil dipadamkan. Raja Jujhar Singh Bundela kemudian diusir. Pemberontakan yang paling hebat datang dari Afghan Pir Lodi atau Khan Jahan, seorang gubernur dari provinsi bagian Selatan. Pemberontakan ini cukup menyulitkan. Namun pada tahun 1631 pemberontakan inipun dipatahkan dan Khan Jahan dihukum mati.
Pada masa ini para pemukim Portugis di Hughli Bengala mulai berulah. Di samping mengganggu keamanan dan toleransi hidup beragama, mereka menculik anak-anak untuk dibaptis masuk agama Kristen. Tahun 1632 Shah Jahan berhasil mengusir para pemukim Portugis dan mencabut hak-hak istimewa mereka. Shah Jehan meninggal dunia pada 1657, setelah menderita sakit keras. Setelah kematiannya terjadi perang saudara. Perang saudara tersebut pada akhirnya menghantar Aurangzeb sebagai pemegang Dinasti Mughal berikutnya.
  1. Aurangzeb (1658-1707), Aurangzeb (1658-1707) menghadapi tugas yang berat. Kedaulatan Mughal sebagai entitas Muslim India nyaris hancur akibat perang saudara. Maka pada masa pemerintahannya dikenal sebagai masa pengembalian kedaulatan umat Islam. Penulis menilai periode ini merupakan masa konsolidasi II Kerajaan Mughal sebagai sebuah kerajaan dan sebagai negeri Islam. Aurangzeb berusaha mengembalikan supremasi agama Islam yang mulai kabur akibat kebijakan politik keagamaan Akbar.
  2. Bahadur Syah (1707-1712), Raja-raja pengganti Aurangzeb merupakan penguasa yang lemah sehingga tidak mampu mengatasi kemerosotan politik dalam negeri. Raja-raja sesudah Aurangzeb mengawali ke¬munduran dan kehancuran Kerajaan Mughal.
Bahadur Syah menggantikan kedudukan Aurangzeb. Lima tahun kemudian terjadi perebutan antara putra-putra Bahadur Syah. Jehandar dimenangkan dalam persaingan tersebut dan sekaligus dinobatkan sebagai raja Mughal oleh Jenderal Zulfiqar Khan meskipun Jehandar adalah yang paling lemah di antara putra Bahadur. Penobatan ini ditentang oleh Muhammad Fahrukhsiyar, keponakannya sen¬diri.
Dalam pertempuran yang terjadi pada tahun 1713, Fahrukhsiyar keluar sebagai pe¬menang. Ia menduduki tahta kerajaan sampai pada tahun 1719 M. Sang raja meninggal ter¬bunuh oleh komplotan Sayyid Husein Ali dan Sayyid Hasan Ali. Keduanya kemudian meng¬angkat Muhammad Syah (1719-1748). Ia kemudian dipecat dan diusir oleh suku Asyfar di bawah pimpinan Nadzir Syah. Tampilnya sejumlah penguasa lemah bersamaan dengan terjadinya perebutan kekuasaan ini selain memperlemah kerajaan juga membuat pemerintahan pusat tidak terurus secara baik[17]. Akibatnya pemerintahan daerah berupaya untuk melepaskan loyalitas dan integritasnya terhadap pemerintahan pusat.

  1. Jehandar (1712-1713), Pada masa pemerintahan Syah Alam (1760¬-1806) Kerajaan Mughal diserang oleh pasukan Afghanistan yang dipimpin oleh Ahmad Khan Durrani. Kekalahan Mughal dari serangan ini, berakibat jatuhnya Mughal ke dalam kekuasa¬an Afghan. Syah Alam tetap diizinkan berkuasa di Delhi dengan jabatan sebagai sultan.
    Akbar II (1806-1837 M) pengganti Syah Alam, membe¬rikan konsesi kepada EIC untuk mengembang¬kan perdagangan di India sebagaimana yang diinginkan oleh pihak Inggris, dengan syarat bahwa pihak perusahaan Inggris harus menja¬min penghidupan raja dan keluarga istana. Kehadiran EIC menjadi awal masuknya pengaruh Inggris di India.
  2. Bahadur Syah (1837-1858). Bahadur Syah (1837-1858) pengganti Akbar II menentang isi perjanjian yang telah disepa¬kati oleh ayahnya. Hal ini menimbulkan konflik antara Bahadur Syah dengan pihak Inggris. Bahadur Syah, raja terakhir Kerajaan Mughal diusir dari istana pada tahun (1885 M). Dengan demikian ber¬akhirlah kekuasaan kerajaan Islam Mughal di India.
  1. 2. Kemajuan yang dicapai Kerajaan Mughal
  1. 1. Bidang Politik dan Administrasi Pemerintahan
ü  Perluasan wilayah. Ia berhasil menguasai Chundar, Ghond, Chitor, Ranthabar, Kalinjar, Gujarat, Surat, Bihar, Bengal, Kashmir, Orissa, Deccan, Gawilgarh, Narhala, Ahmadnagar, dan Asirgah.[18] dan konsolidasi kekuatan. Usaha ini berlangsung hingga masa pemerintahan Aurangzeb.
ü  Menjalankan roda pemerintahan secara, pemerintahan militeristik.
ü  Pemerintahan daerah dipegang oleh seorang Sipah Salar (kepala komandan), sedang sub-distrik dipegang oleh Faujdar (komandan). Jabatan-jabatan sipil juga diberi jenjang kepangkatan yang bercorak kemiliteran. Pejabat-pejabat itu memang diharuskan mengikuti latihan kemiliteran
ü  Akbar menerapkan politik toleransi universal (sulakhul). Dengan politik ini, semua rakyat India dipandang sama. Mereka tidak dibedakan karena perbedaan etnis dan agama.[19] Politik ini dinilai sebagai model toleransi yang pernah dipraktekkan oleh penguasa Islam.
ü  Pada Masa Akbar terbentuk landasan institusional dan geografis bagi kekuatan imperiumnya yang dijalankan oleh elit militer dan politik yang pada umumnya terdiri dari pembesar-pembesar Afghan, Iran, Turki, dan Muslim Asli India. Peran penguasa di samping sebagai seorang panglima tentara juga sebagai pemimpin jihad.
ü  Para pejabat dipindahkan ¬dari sebuah jagir kepada jagir lainnya untuk menghindarkan mereka mencapai interes yang besar dalam sebuah wilayah tertentu. Jagir adalah sebidang tanah yang diperuntukkan bagi pejabat yang sedang berkuasa. Dengan demikian tanah yang diperuntukkan tersebut jarang sekali menjadi hak milik pejabat, kecuali hanya hak pakai.
ü  Wilayah imperium juga dibagi menjadi sejumlah propinsi dan distrik yang dikelola oleh seorang yang dipimpin oleh pejabat pemerintahan pusat untuk mengamankan pengumpulan pajak dan untuk mencegah penyalahgunaan oleh kaum petani.[20]
  1. 2. Bidang Ekonomi
ü  Terbentuknya sistem pemberian pinjaman bagi usaha pertanian.
ü  Adanya sistem pemerintahan lokal yang digunakan untuk mengumpulkan hasil pertanian dan melindungi petani. Setiap perkampungan petani dikepalai oleh seorang pejabat lokal, yang dinamakan muqaddam atau patel, yang mana kedudukan yang dimilikinya dapat diwariskan, bertanggungjawab kepada atasannya untuk menyetorkan penghasilan dan menghindarkan tindak kejahatan. Kaum petani dilindungi hak pemilikan atas tanah dan hak mewariskannya, tetapi mereka juga terikat terhadapnya.
ü  Sistem pengumpulan pajak yang diberlakukan pada beberapa propinsi utama pada imperium ini. Perpajakan dikelola sesuai dengan system zabt. Sejumlah pembayaran tertentu dibebankan pada tiap unit tanah dan harus dibayar secara tunai. Besarnya beban tersebut didasarkan pada nilai rata-rata hasil pertanian dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil pajak yang terkumpul dipercayakan kepada jagirdar, tetapi para pejabat lokal yang mewakili pemerintahan pusat mempunyai peran penting dalam pengumpulan pajak. Di tingkat subdistrik administrasi lokal dipercayakan kepada seorang qanungo, yang menjaga jumlah pajak lokal dan yang melakukan pengawasan terhadap agen-agen jagirdar, dan seorang chaudhuri, yang mengumpulkan dana (uang pajak) dari zamindar.
ü  Perdagangan dan pengolahan industri pertanian mulai berkembang. Pada asa Akbar konsesi perdagangan diberikan kepada The British East India Company (EIC) -Perusahaan Inggris-India Timur- untuk menjalankan usaha perdagangan di India sejak tahun 1600. Mereka mengekspor katun dan busa sutera India, bahan baku sutera, sendawa, nila dan rempah dan mengimpor perak dan jenis logam lainnya dalam jumlah yang besar[21].
  1. 3. Bidang Agama
ü  Pada masa Akbar, perkembangan agama Islam di Kerajaan Mughal mencapai suatu fase yang menarik, di mana pada masa itu Akbar memproklamasikan sebuah cara baru dalam beragama, yaitu konsep Din-i-Ilahi. Karena aliran ini Akbar mendapat kritik dari berbagai lapisan umat Islam. Bahkan Akbar dituduh membuat agama baru. Pada prakteknya, Din-i-Ilahi bukan sebuah ajaran tentang agama Islam. Namun konsepsi itu merupakan upaya mempersatukan umat-umat beragama di India. Sayangnya, konsepsi tersebut mengesankan kegilaan Akbar terhadap kekuasaan dengan simbol-simbol agama yang di kedepankan[22]. Umar Asasuddin Sokah, seorang peneliti dan Guru Besar di Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyamakan konsepsi Din-i-Ilahi dengan Pancasila di Indonesia. Penelitiannya menyimpulkan, “Din-i-llahi itu merupakan (semacam Ideologi/dasar pemerintahan Akbar) dan Pancasilanya bagi bangsa Indonesia.[23]
ü  Perbedaan kasta di India membawa keuntungan terhadap pengembangan Islam, seperti pada daerah Benggal, Islam langsung disambut dengan tangan terbuka oleh penduduk terutama dari kasta rendah yang merasa disia-siakan dan dikutuk oleh golongan Arya Hindu yang angkuh. Pengaruh Parsi sangat kuat, hal itu terlihat dengan digunakanya bahasa Persia menjadi bahasa resmi Mughal dan bahasa dakwah, oleh sebab itu percampuran budaya Persia dengan budaya India dan Islam melahirkan budaya Islam India yang dikembangkan oleh Dinasti Mughal.
ü  Berkembangnya aliran keagamaan Islam di India. Sebelum dinasti Mughal, muslim India adalah penganut Sunni fanatik[24]. Tetapi penguasa Mughal memberi tempat bagi Syi’ah untuk mengembangkan pengaruhnya.
ü  Pada masa ini juga dibentuk sejumlah badan keagamaan berdasarkan persekutuan terhadap mazhab hukum, tariqat Sufi, persekutuan terhadap ajaran Syaikh, ulama, dan wali individual. Mereka terdiri dari warga Sunni dan Syi’i.
ü  Pada masa Aurangzeb berhasil disusun sebuah risalah hukum Islam atau upaya kodifikasi hukum Islam yang dinamakan fatwa Alamgiri. Kodifikasi ini menurut hemat penulis ditujukan untuk meluruskan dan menjaga syari’at Islam yang nyaris kacau akibat politik Sulakhul dan Din-i- Ilahi.
  1. 4. Bidang Seni dan Budaya
ü  Munculnya beberapa karya sastra tinggi seperti Padmavat yang mengandung pesan kebajikan manusia gubahan Muhammad Jayazi, seorang penyair istana. Abu Fadhl menulis Akbar Nameh dan Aini Akbari yang berisi sejarah Mughal dan pemimpinnya.
ü  Kerajaan Mughal termasuk sukses dalam bidang arsitektur. Taj mahal di Agra merupakan puncak karya arsitektur pada masanya, diikuti oleh Istana Fatpur Sikri peninggalan Akbar dan Mesjid Raya Delhi di Lahore. Di kota Delhi Lama (Old Delhi), lokasi bekas pusat Kerajaan Mughal, terdapat menara Qutub Minar (1199), Masjid Jami Quwwatul Islam (1197), makam Iltutmish (1235), benteng Alai Darwaza (1305), Masjid Khirki (1375), makam Nashirudin Humayun, raja Mughal ke-2 (1530-1555). Di kota Hyderabad, terdapat empat menara benteng Char Minar (1591). Di kota Jaunpur, berdiri tegak Masjid Jami Atala (1405).
ü  Taman-taman kreasi Moghul menonjolkan gaya campuran yang harmonis antara Asia Tengah, Persia, Timur Tengah, dan lokal.
  1. 3. Sebab-sebab kemunduran dan keruntuhan Kerajaan Mughal
Raja-raja pengganti Aurangzeb merupakan penguasa yang lemah sehingga tidak mampu mengatasi kemerosotan politik dalam negeri.Tanda-tanda kemunduran sudah terlihat dengan indikator sebagaimana berikut ;
ü Internal; Tampilnya sejumlah penguasa lemah, terjadinya perebutan kekuasaan, dan lemahnya kontrol pemerintahan pusat.
ü Eksternal; Terjadinya pemberontakan di mana-mana, seperti pemberontakan kaum Sikh di Utara, gerakan separatis Hindu di India tengah, kaum muslimin sendiri di Timur, dan yang terberat adalah invasi Inggris melalui EIC.
ü Dominasi Inggris diduga sebagai faktor pendorong kehancuran Mughal. Pada waktu itu EIC mengalami kerugian. Untuk menutupi kerugian dan sekaligus memenuhi kebutuhan istana, EIC mengadakan pungutan yang tinggi terhadap rakyat secara ketat dan cenderung kasar. Karena rakyat merasa ditekan, maka mereka, baik yang beragama Hindu maupun Islam bangkit mengadakan pemberontakan.
ü Mereka meminta kepada Bahadur Syah untuk menjadi lambang perlawanan itu dalam rangka me¬ngembalikan kekuasaan kerajaan. Dengan demikian, terjadilah perlawanan rakyat India terhadap kekuatan Inggris pada bulan Mei 1857 M. Perlawanan mereka dapat dipatahkan dengan mudah. Inggris kemudian menjatuhkan hukuman yang kejam terhadap para pemberontak. Mereka diusir dari kota Delhi, rumah-¬rumah ibadah banyak yang dihancurkan, dan Bahadur Syah, raja Mughal terakhir, diusir dari istana (1858 M). Dengan demikian berakhirlah sejarah kekuasaan dinasti Mughal di daratan India.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan kekuasaan dinasti Mughal mundur dan membawa kepada kehancurannya pada tahun 1858 M yaitu:
  1. Terjadi stagnasi dalam pembinaan kekuatan militer sehingga operasi militer Inggris di wilayah-wilayah pantai tidak dapat segera dipantau oleh kekuatan maritim Mughal.
  2. Kemerosotan moral dan hidup mewah di kalangan elite politik, yang mengakibatkan pemborosan dalam penggunaan uang negara.
  3. Pendekatan Aurangzeb yang terlampau “kasar” dalam melak¬sanakan ide-ide puritan dan kecenderungan asketisnya, sehingga konflik antaragama sangat sukar diatasi oleh sultan¬-sultan sesudahnya.
  4. Semua pewaris tahta kerajaan pada paro terakhir adalah orang-orang lemah dalam bidang kepemimpinan.[25]
PENUTUP
Toynbee menyatakan setiap kebudayaan yang dewasa memiliki empat tahap
hidup: lahir, tumbuh, runtuh, dan silam. Kerajaan Mughal telah melewati konsepsi itu. Namun Kerajaan Mughal tidak mungkin lepas dari sejarah Islam sekaligus sejarah India, karena kerajaan ini merupakan warisan dua peradaban besar tersebut. Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa :
  1. Islam telah mewariskan dan memberi pengayaan terhadap khazanah kebudayaan India. Sepertinya tepat yang ditulis oleh Roger Garaudy bahwa “Islam telah membawakan kepada manusia suatu dimensi transenden (ketuhanan) dan dimensi masyarakat (umat) .
  2. Dengan hadirnya Kerajaan Mughal, maka kejayaan India dengan peradaban Hindunya yang nyaris tenggelam, kembali muncul.
  3. Kemajuan yang dicapai Kerajaan Mughal telah memberi inspirasi bagi perkembangan peradaban dunia baik politik, ekonomi, budaya dan sebagainya. Misalnya, politik toleransi (sulakhul), system pengelolaan pajak, seni arsitektur dan sebagainya.
  4. Kerajaan Mughal telah berhasil membentuk sebuah kosmopolitan Islam-India daripada membentuk sebuah kultur Muslim secara eksklusif.
  5. Kemunduran suatu peradaban tidak lepas dari lemahnya kontrol dari elit penguasa, dukungan rakyat dan kuatnya sistem keamanan. Karena itu masuknya kekuatan asing dengan bentuk apapun perlu diwaspadai.

BIOGRAFI: JODHA BAI

Rajkumari Heer Kunwari
Ratu Permaisuri Kekaisaran Mughal
Penggambaran artistik Mariam-uz-Zamani alias Harka Bai
Memerintah6 Februari 1562 – 27 Oktober 1605
PermaisuriAkbar
Anak
Jahangir
WangsaKachwahas dari Amer
AyahRaja Bharmal
Lahir1 Oktober 1542
Amer, India
Meninggal19 Mei 1623 (usia 81)[1][2]
AgraIndia[3]
DikuburMakam Mariam-uz-Zamani,SikandraAgra[1]
AgamaHinduisme

Mariam-uz-Zamani, juga dikenal sebagai Heer Kunwari, Jodha Bai, Hira Kunwari atau Harka Bai, (1 Oktober 1542 – 19 Mei 1623) adalah seorang permaisuri Kekaisaran Mughal. Ia adalah istri dari Kaisar Mughal Akbar. Ia adalah istri kepala Rajput pertamanya,dan ibu dari Kaisar Mughal berikutnya, Jahangir, dan nenek dari Kaisar Mughal selanjutnya Shah Jahan. Jodha memiliki gelar mariam uz zamani yang berarti "Ibu Segala Zaman" karena dia menciptakan kerukunan antar umat beragama saat itu.

Jodha disebut sebagai Ibu Ratu Hindustan, pada masa pemerintahan Mughal yang Agung, Kaisar Akbar. Ia adalah Permaisuri Hindu Mughal yang menjabat paling lama. Masa jabatannya, dari 6 Februari 1562 sampai 27 Oktober 1605, memiliki rentang waktu 43 tahun.

Akbar memiliki 4 orang istri, yaitu RuqayyahSalimah,Mariam dan Sakinah. Di antara 4 istri tersebut, Jodha lah yang paling ia cintai. Meski apada awalnya hubungan mereka kurang akrab karena menganggap hanya sebagai pernikahan politik. bahkan jodha sempat dituduh sebagai penyebaba kematian calon anak Akbar dgn Ruqayyah dan masih banyak lagi tuduhan-tuduhan yang diterimanya. Meski begitu Jodha tetap tabah dan berani menguak kebenaran hingga Akbar pun mulai memahami dan mencintainya dengan tulus. Kecantikan dan kemerduan suara Jodha membuat Akbar takluk. Karena menghormati agamanya, Akbar mendirikan sebuah kuil pribadi untuk Jodha di istana. 


Pernikahannya dengan Akbar menyebabkan terjadinya pergeseran secara bertahap dalam kebijakan keagamaan dan sosial di India. Pernikahan Akbar dengan Rajkumari Heer Kunwari adalah peristiwa yang sangat penting dalam sejarah Mughal. Dia secara luas diakui dalam historiografi India modern sebagai contoh dari toleransi di Mughal yaitu tentang perbedaan agama dan kebijakan inklusif mereka dalam memperluas kerajaan multi-etnis dan multi-denominasi.

Heer Kunwari lahir dari seorang putri Rajput (Rajkumari) dan merupakan putri sulung dari Raja Bharmal, dari Amer (Jaipur Modern). Dia adalah cucu dari Raja Amer Singh I. Rajkumari Heer Kunwari juga adik dari Raja Bhagwan Das, yang kemudian menjadi salah satu dari Sembilan Jewels/Permata (navaratnas) di Pengadilan Akbar.

Pernikahan 

Dalam pernikahan yang bermotifkan politik, Heer Kunwari menikah dengan Akbar pada 6 Februari 1562 di Sambhar dekat Jaipur, Rajasthan, India. Heer Kunwari menjadi istri ketiga Akbar setelah Ruqaiya Sultan Begum, istri Akbar pertama dan Salima Sultan Begum, janda Pamannya, Bairam Khan. Jodha, sebagai ibu dari pewaris, jelas lebih diutamakan daripada semua istri lainnya Raja Akbar. 

Meskipun dia seorang Hindu, Heer Kunwari dihormati dengan nama Mariam-uz-Zamani (Ibu Sepanjang Masa) setelah ia melahirkan Jahangir. Meskipun dia menjadi seorang istri yang non-Muslim, ia mendapat kehormatan yang besar dalam kerajaan Islam Mughal. 

Pada awal 1569, Akbar sangat bahagia mendapat berita jika istrinya Heer Kunwari hamil, sesuai dengan ramalan Sheikh Salim Chisti, orang suci terkenal yang tinggal di Sikri. Selama hamil Heer dikirim ke tempat tinggal Sheikh Sikri untuk keamanan dan kesehatannya. Pada 30 Agustus 1569, anak itu lahir dan diberi nama Salim.

Selain gelarnya, Jodha atau Mariam-uz-Zamani, juga memegang gelar Wali Nimat Begum yang secara harfiah berarti Karunia Allah. Dia memegang gelar ini sepanjang hidupnya.

Pernikahan Akbar dengan Heer Kunwari menghasilkan pengaruh penting pada pada kehidupan pribadinya dalam mengeluarkan kebijaksanaan publik. 

Kebiasaan penguasa Hindu menawarkan anak perempuan mereka untuk menikah dengan penguasa Muslim, meskipun tidak umum, sudah lazim di negara itu selama beberapa abad. Namun pernikahan Akbar dengan putri Amber / Amer secara merupakan indikasi awal kebijakannya berkembangnya eklektisisme agama. Pernikahan dengan putri Amer memperoleh dukungan kuat dari keluarganya selama masa pemerintahannya, dan memberikan bukti nyata pada seluruh dunia bahwa Akbar telah memutuskan untuk menjadi Pemersatu seluruh rakyatnya yaitu Hindu dan Muslim. 

Akbar juga menikahi putri Rajput lainnya. Yang membuat para raja memiliki banyak keuntungan dari keluarga kerajaan Mughal tersebut. 

Keponakan Jodha, Manbhawati Bai atau Manmati bai, putri kakaknya Bhagwan Das, menikah dengan Pangeran Salim pada 13 Februari 1585. Man bai kemudian menjadi ibu Pangeran Khusrau Mirza dan dianugerahi gelar Shah Begum oleh Jahangir. 

Jahangir memberi hormat kepada ibunya dengan menyentuh kakinya. Dia mencatat kasus ini dengan rasa bangga. Referensi untuk ibunya didahului oleh julukan 'Hazrat', yang biasanya diperuntukkan bagi Yang Mulia sendiri. Cara ini menunjukkan betapa hormat dan cintanya kepada ibunya, Mariam-uz-Zamani. Sejumlah pernikahan terjadi di rumah tangga Mariam-uz-Zamani seperti pernikahan Jahangir untuk putri Jagat Singh, dan pernikahan Shehzada Parviz untuk putri Sultan Murad Mirza. 

Agama 

Akbar membiarkan Hindu berkembang dan juga membiarkan istrinya untuk melakukan ritual Hindu di istana kerajaan. Walau bertentangan dengan praktek yang biasa dilakukan Sultan, Akbar tidak memaksa Jodha untuk pindah agama, dan mendirikan sebuah kuil Hindu di istana kerajaan. Dia sendiri juga berpartisipasi dalam acara puja yang biasa dilakukan istrinya. Jodha adalah seorang pemuja Dewa Krishna. Sehingga istananya dihiasi dengan banyak lukisan Dewa Krishna.

Hubungan Kekerabatan

Hubungan persahabatan Akbar dengan Rajput dimulai setelah pernikahannya dengan Heer Kunwari. Ini adalah langkah penting yang sangat mempengaruhi kebijakan masa depannya.
Akbar memanggil Raja Man ​​Singh I, keponakan dari Heer Kunwari dan anak Raja Bhagwan Das dari Amer, pewaris tahta Raja Bharmal, dia membawanya ke istana dan menjadi bagian dari kekaisaran, dengan memberinya kantor, Raja Bhagwan Das juga terdaftar diistananya. 

Raja-raja dari Amer diuntungkan dari hubungan dekat mereka dengan Mughal, dengan memperoleh kekayaan dan kekuatan besar. Dari dua puluh tujuh Rajput dalam daftar Abu'l-Fazl dari mansabdars, tiga belas adalah klan Amer, dan beberapa dari mereka naik ke posisi tinggi menjadi pangeran kerajaan. Raja Bhagwan Das, misalnya, menjadi komandan 5000, posisi tertinggi yang tersedia pada saat itu, dan menyandang gelar Amir-ul-Umara (Chief Noble). Putranya, Man Singh I, mendapat posisi lebih tinggi menjadi komandan 7000 . Pernikahan ini dengan demikian, menguntungkan kedua Mughal dan Kachwaha Rajput dari Amer. 

Akbar juga mengizinkan salah seorang putranya, Pangeran Daniyal, untuk dibawa oleh istri Raja Bharmal di Amer, sebagai tanda kehormatan bagi keluarga raja itu. 
Politik dan kekuasaan 

Semasa berkuasa, Mariam uz-Zamani dilaporkan menjadi wanita bisnis yang sangat cerdas, yang aktif dalam menjalankan perdagangan internasional seperti rempah-rempah, sutra, dll. dengan demikian, dia mengumpulkan banyak kekayaan. Dia adalah salah satu pedagang wanita paling luar biasa di kerajaan Mughal.

Mariam Zamani memiliki kapal yang membawa peziarah ke dan dari kota suci Islam Mekkah. Pada 1613, kapal-nya, Rahimi ditangkap oleh bajak laut Portugis bersama dengan 600-700 penumpang beserta muatannya. Kapal Rahimi merupakan kapal layar yang terbesar India yang berlayar di Laut Merah dan dikenal orang Eropa sebagai "kapal ziarah besar". Ketika Portugis secara resmi menolak untuk mengembalikan kapal dan penumpang, protes di pengadilan Moghul cukup luar biasa parah. Kemarahan ini disebabkan oleh kenyataan bahwa pemilik dan pelindung kapal itu tidak lain adalah ibu yang sangat dihormati oleh kaisar saat itu. Anak Mariam-uz-Zamani, kaisar India Jahangir, memerintahkan penyitaan kota Portugis Daman. Episode ini dianggap menjadi contoh perjuangan untuk perebutan kekayaan yang nantinya akan terjadi dan penyebab terjadinya kolonoalisasi benua India. 
Dia adalah salah satu dari empat anggota pengadilan (selain kaisar) dan satu-satunya perempuan yang memiliki 12.000 kavaleri, dan diperkenankan untuk menerima sebuah permata dari setiap bangsawan "menurut tanah miliknya" setiap tahun pada festival Tahun Baru. [Seperti beberapa perempuan lain di pengadilan Mughal, Mariam-uz-Zamani diberikan hak untuk mengeluarkan dokumen resmi (tunggal disebut farman), biasanya menjadi hak eksklusif kaisar. Penerbitan perintah tersebut terbatas pada wanita tertinggi harem seperti Hamida Banu Begum, Mariam-uz-Zamani, Nur Jehan, Mumtaz Mahal, Nadira Banu Begum dan Jahanara. Mariam Zamani, seperti Ratu Nur Jehan, Jodha menggunakan kekayaan dan pengaruhnya untuk membangun kebun, sumur, dan masjid di sekitar pedesaan. 

Kematian
Mariam uz-Zamani meninggal pada 1623. Bahkan dalam kematian, dia tetap dekat dengan suaminya. Hanya dia istri Akbar yang dimakamkan dekat dengan Akbar. Makamnya, dibangun pada tahun 1623-1627, di jalan Tantpur sekarang dikenal sebagai di Jyoti Nagar. Meskipun dia tetap seorang Hindu sepanjang hidupnya, ia dimakamkan menurut adat Islam, Makam Mariam hanya satu kilometer dari Makam Akbar yang Agung. 

Masjid Mariam Zamani Begum Sahiba dibangun oleh putranya Nuruddin Salim Jahangir untuk menghormatinya dan terletak di Walled City of Lahore, Pakistan . Ini adalah salah satu masjid paling awal di Lahore. Masjid ini juga menjadi salah satu masjid terbesar di Pakistan hari ini. 

Ironi dari Jodhabai 

Ada persepsi umum bahwa istri Akbar, ibu Jahangir, juga dikenal sebagai "Jodha Bai". 
Namanya seperti dalam sejarah Mughal adalah Mariam-uz-Zamani. Tuzk-e-Jahangiri, otobiografi Jahangir, tidak menyebutkan Jodha Bai atau Harka Bai atau Heer Kunwari. Di dalamnya, dia disebut sebagai Mariam-uz-Zamani. Baik Akbarnama (biografi Akbar ditugaskan oleh Akbar sendiri), maupun teks sejarah dari periode merujuk padanya sebagai Jodha Bai. 

Menurut Profesor Shirin Moosvi, seorang sejarawan dari Universitas Aligarh Muslim, nama "Jodha Bai" pertama kali digunakan untuk merujuk kepada istri Akbar pada abad ke-18 dan ke-19 dalam tulisan-tulisan sejarah. Menurut sejarawan Imtiaz Ahmad, direktur Perpustakaan Umum Khuda Baksh Oriental di Patna, itu Letnan Kolonel James Tod yang pertama kali disebutkan dalam Annals Jodhabai bukunya dan Purbakala dari Rajasthan. 

"Di Akbarnama, ada yang menyebut Akbar menikah dengan putri Rajput dari Amer tapi namanya tidak Jodhaa," kata sejarawan dan direktur Baksh Perpustakaan Umum Oriental Khuda, Imtiaz Ahmad di Patna. Dia disebut sebagai Mariam Zamani (Maria Zaman). Ini adalah gelar, bukan nama. Lebih lanjut mengatakan bahwa Mariam Zamani adalah gelar mengacu pada wanita yang melahirkan Pangeran Salim, yang menjadi Kaisar Jehangir. Tapi nama Jodha tidak disebutkan di mana saja.

Profesor NR Farooqi, seorang sejarawan dari Allahabad Central University, menyatakan bahwa Jodha Bai bukan nama Ratu Akbar bukan itu nama istri Jahangir Taj Bibi Bilqis Makani Putri Jodhpur, yang nama aslinya adalah Jagat Gosain. 

Dalam budaya populer 
Jodha Bai, sering digunakan keliru dalam referensi untuk Mariam uz-Zamani, karakter utama dalam pemenang penghargaan dan legendaris film India Mughal-e-Azam (1960), disutradarai oleh K. Asif. Karakternya dimainkan oleh Durga Khote. 

Jodha Bai adalah tokoh utama dalam film India epik Jodhaa Akbar (2008), disutradarai oleh Ashutosh Gowarikar. Aishwarya Rai bermain Jodha Bai. 

Mariam uz-Zamani adalah karakter dalam novel kesembilan Salman Rushdie The Enchantress of Florence (2008). Dia juga disebut dalam buku dengan nama gadisnya, Hira Kunwari.  

 Jodha Bai adalah karakter utama dalam seri historis Ekta Kapoor Jodha Akbar (2013). Karakter ini diperankan oleh Paridhi Sharma.

BIOGRAFI: Jalaluddin Muhammad AKBAR

Akbar
Flag of the Mughal Empire.svg Sultan Mogul ke-3 dari India
Memerintah27 Januari 1556 – 25 Oktober 1605
(49 tahun, 275 hari)
Koronasi14 Februari 1556, dekatKalanaurGurdaspur
PendahuluHumayun
PenggantiJahangir
WaliBairam Khan (1556–1561)
Anak
Jahangir, Murad, Danyal, 6 anak perempuan lainnya
Nama lengkap
Abu'l-Fath Jalal ud-din Muhammed Akbar I
WangsaTimurid
AyahHumayun
IbuHamida Banu Begum
Lahir23 Desember 1542
UmerkotSind
Meninggal27 Oktober 1605 (umur 63)
Fatehpur SikriAgra
DikuburSikandra, Agra
AgamaIslam
Akbar (bahasa Urduجلال الدین محمد اکبر , bahasa Hindiजलालुद्दीन मुहम्मद अकबर, Hunteria: Jalāl ud-Dīn Muhammad Akbar), juga dikenal sebagai Shahanshah Akbar-e-Azam atau Akbar yang Agung (lahir 23 November 1542 – meninggal 27 Oktober 1605 pada umur 62 tahun)[1][2] adalah Sultan Mogul ke-3. Ia adalah keturunan Dinasti Timurid, putra dari Sultan Humayun dan cucu dari Sultan Mogul Zaheeruddin Muhammad Babur, penguasa yang mendirikan dinasti Mugol di India. Pada akhir pemerintahannya pada tahun 1605, kesultanan Mugol mencakup sebagian besar bagian utara dan tengah India. Ia paling dihargai karena memiliki pandangan liberal untuk semua agama dan kepercayaan, selama pemerintahannya seni dan budaya mencapai puncak dibandingkan dengan pendahulunya.
Akbar berusia tiga belas tahun ketika ia naik tahta Mogul di Delhi (Februari 1556) setelah kematian ayahnya, Humayun.[3] Selama masa pemerintahannya, ia menyingkirkan ancaman militer dari keturunan Pashtun yang paling berkuasa, Sher Shah Suri, dan di Pertempuran Panipat ia mengalahkan raja Hindu, Hemu.[4][5] Ini membutuhkan waktu hampir dua dekade lebih untuk mengukuhkan kekuatannya dan membawa semua bagian utara dan tengah India menjadi wilayah kekuasaannya. Saat pemerintahannya, ia mempengaruhi seluruh subkontinen India. Sebagai seorang sultan, Akbar mengukuhkan kekuasaannya dengan mengejar diplomasi bersama kasta Hindu yang sangat kuat, Rajput dan dengan menikahi putri Rajput.[4][6]
Pemerintahan Akbar secara signifikan mempengaruhi seni dan budaya di negeri ini. Ia adalah seorang pendukung besar seni dan arsitektur.[7] Ia memiliki minat besar dalam lukisan dan dinding istananya dihiasi dengan mural. Selain mendorong perkembangan lukisan Mogul, ia juga mendukung gaya lukisan Eropa. Ia menyukai sastra dan memiliki beberapa karya Sanskerta yang diterjemahkan ke dalam bahasa Persia dan kitab suci Persia diterjemahkan dalam bahasa Sanskerta.[7] Selama tahun-tahun awal pemerintahannya, ia menunjukkan sikap tidak toleran terhadap Hindu dan agama lainnya, tetapi kemudian mengaplikasikan toleransi terhadap agama non-Islam dengan memutar kembali sebagian hukum syariah yang ketat.[8][9][10] Pemerintahannya meliputi sejumlah tuan tanah, courtier dan jenderal militer Hindu. Ia memulai serangkaian debat agama saat ulama Muslim akan memperdebatkan masalah agama dengan HinduJainismeZoroastrianisme dan Katolik Roma PortugisYesuit. Ia memperlakukan para pemimpin agama dengan perhatian besar, terlepas dari keyakinan yang dianut dan menghormatinya. Ia tidak hanya memberikan tanah dan uang untuk masjid tapi juga sejumlah candi Hindu di utara dan tengah India, gereja Kristen di Goa dan menghibahkan lahan untuk keyakinan Sikhisme yang baru saja lahir sebagai pembangunan tempat ibadah. Kuil Emas yang terkenal di Amritsar, Punjab dibangun di tempat yang sama.[11]

Sultan Mogul[sunting sumber]

Akbar dilahirkan di Umarkot, Sind pada 15 Oktober 1542. Ayahandanya Humayun didepak dari tahta dalam beberapa pertempuran dengan Sher Shah Suri, pemerintah Afghan. Setelah 12 tahun di luar negeri, Humayun mendapatkan kembali kekuasaannya tetapi hanya untuk beberapa bulan sebelum meninggalnya. Akbar menggantikan ayahandanya pada 1556 di bawah pengawasan Bairam Khan, bangsawan Turkoman, yang berusaha menghalangi pesaing kepada tahta, memperketat disiplin tentara, dan membantu memantapkan kesultanan yang baru dibangun kembali itu. Bagaimanapun, Bairam adalah seorang yang mabuk kekuasaan dan kejam. Setelah ketenteraman kembali, Akbar mengambil alih tampuk pemerintahan dengan sebuah pengistiharan pada Maret 1560.
Pada 5 November 1556, 80 km ke utara Delhi, angkatan Tentara Mogul mengalahkan tentara Hindu yang dipimpin Jeneral Hemu demi menyerahkan pada Akbar takhta India di Pertempuran Panipat Kedua. Ketika Akbar naik tahta, hanya sebagian kecil bekas jajahan Kesultanan Mogul masih dibawah kekuasaannya, lalu ia berupaya untuk mengembalikan kawasan-kawasan lama itu ke dalam kekuasaan Mogul. Ia meluaskan Kerajaan Mogul dengan penaklukan Malwa (1562), Gujarat (1572), Benggala (1574), Kabul(1581), Kashmir (1586), dan Kandesh (1601), dan beberapa negeri yang lain. Untuk setiap negeri itu, baginda meletakkan seorang wazir baru, dan mengawal administratif mereka.
Akbar tidak berniat membiarkan para menterinya terpusat di Delhi, lalu ia memindahkan kementeriannya ke Fatehpur Sikri, dekat dengan Agra, namun karena langkah ini terbukti tidak mencapai tujuan, baginda mendirikan "kerajaan bergerak" supaya dapat memperhatikan perkembangan di dalam negaranya. Ia menggalakkan perdagangan dan telah membagikan tanah-tanah untuk memudahkan urusan bea cukai. Ia menitahkan agar para pemungut cukai tidak mengambil cukai lebih besar daripada yang sepatutnya.

Keagamaan[sunting sumber]

Terdapat masyarakat Hindu dan Islam di dalam kesultanan Akbar, dan perbedaan kepercayaan yang lebar memisahkan budaya kedua masyarakat ini. Muslim boleh memakan daging lembu, sedangkan agama Hindu tidak membenarkan memakan binatang; orang Hindu boleh meminum arak, tetapi hal ini diharamkan dalam kehidupan masyarakat Islam. Di dalam jurang perbedaan pendapat inilah Akbar berusaha supaya tidak terjadi huru-hara di dalam negaranya.
Walaupun terdapat pelbagai masalah keagamaan, Akbar tetap mengamalkan dasar 'toleransi' kepada semua agama. Dan ia turut mengambil langkah baru dengan mencoba untuk menghasilkan agama baru yang dipanggil Din-i-Ilahi, yang mengandungi unsur-unsur Islam dan Hindu (kurang baik juga). Baginda turut menghapus cukai yang pernah dikenakan terhadap rakyat bukan Islam di dalam kerajaannya.

Pelindung keilmuan[sunting sumber]

Walaupun buta huruf (atau mungkin menghidap disleksi), Sultan Akbar amat memuliakan ilmu pengetahuan, iapun mengundang pendeta-pendeta dan cendikiawan dari pelbagai agama untuk memperbincangkan mengenai pelbagai perkara dengannya. Ia juga menjadi majikan kepada banyak orang berbakat, di antaranya dari keluarga Feizi dan Abul Fazl. Feizi dan saudara-saudaranya pernah diarahkan untuk menterjemahkan beberapa hasil kajian ilmiah dari bahasa Sanskerta ke bahasa Persia; dan menurut catatan di dalam Akbar-Nameh, Abul Fazl pula telah meninggalkan jasa yang amat berharga semasa pemerintahan Akbar. Disebutkan Akbar pernah memberi perintah supaya Jerome Xavier, seorang pastor Yesuit, untuk menterjemahkan 4 Injil ke dalam bahasa Persia.

9 Permata yang Tersohor[sunting sumber]

Sebagai seorang pemerintah agung dan peminat kesenian, Akbar telah memanggil para cerdik pandai buat menghadapnya. Ada 9 tokoh yang disebut berbakat dalam bidang mereka masing-masing, dan mereka dikenal sebagai "nau-rathan", atau 9 Permata. Akbar mengumpulkan banyak orang bijaksana, tetapi yang paling terkenal adalah 9 Permata.
Abul Fazl (1551-1602) adalah pencatat perkembangan pemerintahan Akbar. Ia telah menulis sebuah biografi berjudul "Akbarnama", yang memakan waktu selama 7 tahun diselesaikan. Ia mencatatkan sejarah pemerintahan itu dengan terperinci, dan memberikan gambaran bahwa negerinya aman makmur semasa zaman Akbar. Iapun menerangkan tentang betapa teratur dan bijaknya pemerintahan kerajaan Mogul di bawah naungan Akbar.
Feizi (1547-1595) adalah saudara Abul Fazl. Ia merupakan seorang penyair, dengan tumpuan di dalam bahasa Parsi. Akbar amat menghormati tokoh ini sehingga melantiknya untuk menjadi guru kepada puteranya. Antara karya beliau ialah "Lilabati", berkenaan dengan matematika.
Mian Tansen adalah seorang penyanyi. Ia dilahirkan dari sebuah keluarga Hindu pada tahun 1520 di dekat Gwalior. Ayahnya Mukund Mishra ialah seorang penyair. Mian Tansen menuntut ilmu musik dengan berguru pada Swami Haridas dan Hazrat Mohammad Ghaus. Ia menjadi penghibur di istana putera negeri Mewar, dan kemudian dipanggil Akbar untuk tinggal di istananya pula, menyebabkan Putera Mewar sedih dengan kepergiannya. Tansen menjadi seorang yang terkenal di India dan telah menggubah banyak raga(ritma musik) klasik. Raga Deepak dan Megh Malhar adalah antara lain yang termasyhur di India. Tatkala menyanyikan raga-raga ini, Tansen disebutkan menyalakan pelita dan mengakibatkan hujan turun. Ia juga disebut sebagai orang yang menciptakan raga Darbari Kanada dan menjadi peletak dasar nyanyian Drupad. Malah para Ghanara masa kini selalu mencoba untuk meniru cara klasik Mian Tansen. Ia dikubur di Gwalior, di mana sebuah makam telah kemudiannya dibuat. Terdapat sebuah pohon asam bersebelahan makam itu, dan dikatakan setua makam itu sendiri. Adalah menjadi kepercayaan penduduk setempat bahwa sesiapa yang mengunyah sehelai daun pohon itu maka dia akan dikaruniai bakat dalam bidang musik. Tidak dapat dipastikan apakah Tansen memeluk Islam atau tidak, namun Akbar sangat berkenan dengannya sehingga menerima pangkat Mian. Anaknya Billas Khan mengarang raga Bilaskhani Todi dan putrinya Saraswati Devi menjadi seorang penyanyi Drupad yang banyak dikenal
Birbal (1528-1583) adalah seorang Brahmana yang miskin, dan telah dilantik ke kementerian Akbar kerana kebijaksanaan dan daya pemikirannya. Pada awalnya ia bernama Maheshdas, tetapi diberikan nama Raja Birbal oleh Akbar. Sultan Akbar amat mempercayainya kerana kepandaiannya, dan juga karena ia berbakat dalam menghibur sultan dan para menteri. Terdapat pelbagai kisah-kisah lucu dan cerdik berkenaan maharaja Akbar dan menteri-menterinya, dan kisah-kisah itu masih diceritakan sampai sekarang. Cerita-cerita itu kebanyakan mencabar minda dan berisi pengetahuan. Birbal juga adalah seorang sastrawan dan kumpulan karyanya bertuliskan nama samaran "Brahma", dan masih disimpan di Museum Bharatpur. Raja Birbal terbunuh di medan tempur dalam usaha menumpas pemberontakan suku-suku Afghan di barat laut India. Terdapat suatu cerita yang mengatakan bahwa Akbar berkabung dalam waktu yang agak lama setelah mendengar berita itu.
Raja Todar Mal adalah menteri keuangan Akbar, dan ia bertugas untuk menguruskan pendapatan cukai negara sejak tahun 1560. Ia memperkenalkan sistem piawai untuk mengukur berat dan ukuran, hasil pendapatan daerah, dan kepegawaian. Caranya yang teratur lagi sistematik berkenaan pemungutan cukai kemudian menjadi contoh pada kesultanan Mogul dan kerajaan Inggris. Selain sebagai seorang menteri, ia turut melibatkan diri sebagai seorang perwira, dan ia pernah menyertai Akbar dalam perebutan Benggala dengan pemberontak Afghan. Raja Todar Mal belajar ilmu pemerintahannya dari Sher Shah, seorang yang juga pernah menjadi seorang administrator. Karena jasanya, Akbar memberikan gelar "Diwan-I-Ashraf" pada tahun 1582 kepadanya.

Makam Akbar yang Agung
Raja Man Singh ialah raja Kacchwaha di negeri Amber. (Kaum Kacchwaha kemudian mendirikan Jaipur, berdekatan dengan Amber). Laksamana ini yang amat dipercayai Akbar ialah cucu saudaranya. Keluarga sultan telah diberikan pangkat "amir" ketika dimasukkan ke dalam susunan alur kerajaan Mogul. Raja Man Singh banyak mengabdi kepada Akbar di dalam pelbagai medan tempur, termasuk menghalangi gerak maju Hakim (saudara tiri Akbar, dan wizurai di Kabyul) di Lahore. Ia juga memimpin tentara untuk melawan Orissa.
Abdul Rahim Khan-I-Khan ialah seorang penyair, dan anak pengawas Akbar semasa baginda kecil, Bairam Khan. Setelah Bairam Khan terbunuh akibat perbuatan khianat, isterinya menjadi isteri kedua Akbar. Fagir Aziao Din dan Mullan Do Piaza merupakan 2 penasihat di dalam kementerian Akbar.
Nama-nama lain turut disebut sebagai "permata" di dalam kerajaan Akbar. Di antaranya adalah Daswant (pelukis), Abdu us-Samad (penulis tulisan tangan atau kaligrafi), Mir Fathullah Shiraz (pedagang, filsuf, dokter). Bagaimana pun, adalah diakui bahawa Akbar pernah mengumpulkan orang-orang yang bijaksana di dalam kesenian dan peperangan.

Tahun-tahun terakhir[sunting sumber]

Tahun-tahun terakhir pemerintahan Akbar diwarnai dengan kesedihan karena putera-putera baginda. 2 di antaranya meninggal dunia semasa masih kecil, dan seorang lagi, Salim, yang kemudian dikenali sebagai maharaja Jahangir, selalu cekcok dengan ayahandanya sehingga tercetus beberapa pemberontakan yang dipimpinnya. Asirgarh, sebuah kubu pertahanan di pegunungan Deccan, menjadi tempat terakhir yang ditaklukkan sultan. Pada tahun 1599 sultan menuju ke utara untuk menghadapi pemberontakan anaknya. Akbar amat tidak tenteram dengan tantangan ini, sehingga mempercepat mangkatnya sultan karena kejadian ini. Sultan Akbar mangkat di Agra pada 15 Oktober 1605, dan dimakamkan di Sikandra, berdekatan Agra.

BIOGRAFI: Alexander Graham BELL

Tahukah Anda siapa penemu telepon? Tampaknya penemu alat komunikasi tersebut sudah sangat dikenal oleh masyarakat luas. Ia adalah Alexander Graham Bell, seorang ilmuwan yang telah berhasil menciptakan telepon sebagai alat komunikasi.
Telepon merupakan salah satu sarana komunikasi yang sudah sangat umum dan hampir setiap orang pasti pernah memakainya. Alat ini berfungsi untuk menyampaikan pesan suara antara pemakai yang satu dengan yang lain, sekalipun keduanya berada dalam jarak yang berjauhan.
Kita sebagai orang modern tentu sangat terbantu dengan adanya telepon. Tetapi, siapa yang menyangka bahwa Alexander Graham Bell harus melalui proses yang cukup panjang untuk menciptakan alat komunikasi tersebut.

Biografi Singkat Sang Penemu Telepon

Orang memang mengenal Alexander Graham Bell sebagai pencipta telepon. Namun, siapa sebenarnya Alexander? Berikut ini adalah biografi singkat dari Alexander Graham Bell yang patut Anda ketahui.
1. Latar Belakang Keluarga Alexander Graham Bell
Alexander Graham Bell lahir pada 3 Maret 1847 di Edinburgh, Skotlandia. Ia merupakan putra seorang profesor bernama Alexander Melville Bell, dan ibunya bernama Eliza Grace. Alexander Graham Bell sendiri merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya bernama Melville James Bell, sementara adiknya adalah Edward Charles Bell.
Alexander yang terkena sebagai penemu telepon ini memang dilahirkan dan dibesarkan di sebuah keluarga yang berpendidikan. Karena itu, tak heran bila ia sudah menunjukkan ketertarikannya pada ilmu pengetahuan walau usianya masih dangat muda. Tak hanya ilmu pengetahuan saja, Alexander juga punya minat yang besar terhadap seni. Terbukti dengan kemampuannya dalam menguasai permainan piano sejak kecil walau tak pernah mendapat latihan secara khusus.
2. Pendidikan Alexander Graham Bell
Alexander mengenyam pendidikan sejak usia muda. Ia sempat mendapat pendidikan langsung dari sang ayah seperti metodehomeschooling. Alex juga mencicipi bangku sekolah di Royal High School di Edinburgh, Skotlandia, hingga ia berusia 15 tahun.
Walau saat ini Alex sangat terkenal dengan penemuannya, rupanya reputasi pendidikannya di sekolah tidaklah terlalu baik karena cukup sering absen dari kelas. Bahkan, nilainya sendiri cukup buruk saat itu. Satu-satunya pelajaran yang mungkin sangat diminati Alexander saat itu hanyalah biologi.
Di usianya yang masih 16 tahun, Alexander juga sempat terdaftar sebagai siswa di Weston House Academy di Moray, Skotlandia. Tak hanya sebagai murid, penemu telepon ini juga dipercaya untuk mengajar di kelas kesenian. Kemampuannya dalam hal pendidikan tersebut meningkat berkat campur tangan sang kakek, Alexander Bell. Di tahun berikutnya, Alex menyusul sang kakak untuk kuliah di Universitas Edinburgh. Pada tahun 1868, Alex melanjutkan pendidikannya di Universitas London.
Alexander Graham Bell juga terkenal dengan ketertarikannya dalam dunia pendidikan untuk orang-orang cacat, khususnya bagi tuna rungu. Salah satu kontribusinya dalam dunia pendidikan bagi tuna rungu adalah inisiatifnya dalam mendirikan School of Vocal Physiology and Mechanics of Speech di Boston yang kemudian memiliki puluhan murid tuna rungu.
Saat itu, anak-anak yang memiliki cacat pendengaran memang selalu dikucilkan, bahkan diperlakukan semena-mena. Hal ini membuat penemu telepon tersebut berpikir bahwa masalah cacat pendengaran ini harus diberantas dengan cara mengajarkan tuna rungu untuk berbicara tanpa menggunakan bahasa isyarat. Minat Alexander pada masalah tuli mengantarkannya pada keterarikan terhadap suara, hingga kemudian ia bisa menciptakan telepon sebagai alat komunikasi suara.
3. Penemuan pertama Alexander Graham Bell
Penemuan pertamanya dalam bidang teknologi adalah saat ia masih berusia 12 tahun. Alexander memiliki tetangga yang bekerja menjalankan pabrik tepung. Alex sempat bertanya pada tetangganya tentang apa yang menjadi kesulitan dalam pabrik tepung tersebut. Tetangganya kemudian memberitahu bahwa salah satu kesulitannya adalah memisahkan biji gandum dari sekam dengan proses yang lama dan melelahkan.
Setelah itu sang penemu telepon ini mulai berpikir tentang bagaimana caranya agar ia bisa membantu mengatasi kesulitan tersebut. Dengan otaknya yang cerdas dan kreatif, Alexander kemudian membuat sebuah teknologi sederhana berupa alat pemisah biji gandum dari sekam.
Perangkat yang ia buat sendiri itu memanfaatkan pedal berputar dan sebuah sikat paku. Walau pengoperasiannya sangat sederhana, teknologi tersebut sangat berguna bagi pabrik dan tetap digunakan sampai bertahun-tahun lamanya.
Itu adalah penemuan teknologi sederhana yang dikembangkan Alexander untuk membantu produksi tepung gandum. Selain perangkat tersebut, ada perangkat lain yang sukses dibuat si penemu telepon ini yang merupakan hasil kerja sama dengan kakaknya, Melville.
Karya pertamanya yang berhubungan suara adalah sebuah mesin mirip robot yang bisa ‘berbicara’. Hal ini bermula saat sang ayah mengajak Alex untuk melihat automaton atau sebuah robot yang unik pada masa itu. Automaton tersebut adalah ciptaan Baron Wolfgang von Kempelen yang kemudian dikembangkan oleh Sir Charles Wheatstone.
Alex yang begitu tertarik dengan automaton dan mesinnya, langsung mempelajari tentang bagaimana seluk beluk sebuah robot. Sang penemu telepon ini belajar lewat buku von Kompelen yang terbit di Jerman yang dengan susah payah diterjemahkannya sendiri. Berdasarkan pengetahuan yang telah ia dapat, Alex dan Melville berhasil membuat robot kepala manusia yang bisa mengucapkan beberapa kata.
Bagi Alex dan keluarganya, penemuan tersebut tentu membanggakan. Sayangnya, eksperimen suara seperti itu rupanya sudah pernah dilakukan oleh Hermann von Helmholtz di Jerman. Hal ini membuat Alex merasa sangat kecewa karena seolah ia belum berhasil menciptakan sesuatu yang baru.

Alexander Graham Bell Sebagai Penemu Telepon

Alexander yang sudah menjadi profesor Vocal Physiology di Universitas Boston kerap melakukan eksperimen-eksperimen yang berhubungan dengan gelombang suara. Hingga pada suatu hari Alex mulai memiliki keinginan untuk menciptakan suatu alat komunikasi suara yang memanfaatkan listrik. Berbekal ilmu pengetahuannya, penemu telepon tersebut mengajak temannya, Thomas Watson, untuk melakukan eksperimen sekitar tahun 1873.
Percobaan-percobaan Alex dan Watson bukan tanpa penghalang. Eksperimen mereka kerap gagal dan menemui jalan buntu. Hingga akhirnya pada 2 Juni 1875, Alex dan Watson mampu mengatasi masalah dan kemudian berhasil menciptakan perangkat telepon sederhana dan sebuah pemancar yang disebut ‘Gallows’ phone. Perangkat tersebut berhasil digunakan namun suara yang dihasilkan tidak terdengar jelas.
Penemuan ini kemudian dipatenkan pada 7 Maret 1876 oleh U.S Pattent Office dan Alexander Graham Bell resmi dikenal sebagai penemu telepon. Sejak itu Alexander terus berusaha mengembangkan penemuannya agar bisa lebih baik.
Hingga pada tanggal 10 Maret 1876, Alexander benar-benar bisa mengirimkan pesan suara yang jelas. Kalimat  ‘Mr. Watson, come here, I want to see you’ adalah kalimat populer yang diingat orang sampai saat ini. Kalimat tersebut adalah pesan suara pertama yang diucapkan Alexander pada Watson dengan suara yang jelas.
Perangkat telepon terus mengalami perkembangan, hingga telepon benar-benar bisa digunakan untuk saling mengirim pesan dari jarak yang sangat jauh. Tahun 1877, Alexander Graham Bell mendirikan sebuah perusahaan The Bell Telephone Company yang bertugas memproduksi perangkat telepon agar bisa digunakan oleh banyak orang.
Itulah kisah singkat seorang Alexander Graham Bell sebagai penemu telepon. Namun sebagai seorang ilmuwan, Alexander tidak hanya berhasil menciptakan perangkat telepon. Ia juga sering melakukan berbagai eksperimen di bidang lain yang mungkin tak banyak diketahui orang, misalnya metal detector dan sebuah penemuan yang disebut sebagai hydrofoil boat atau hidrodome number 4 (HD-4).
Alexander Graham Bell selalu mendedikasikan hidupnya pada ilmu pengetahuan, hingga pada 2 Agustus 1922, sang penemu telepon tersebut meninggal dunia pada usia 75 tahun akibat penyakit komplikasi yang disebabkan oleh diabetes. Saat itu, seluruh jaringan telepon di Amerika Utara sengaja dimatikan untuk sementara waktu untuk menghormati kepergian orang yang sangat berjasa dalam bidang komunikasi tersebut.
Sumber : 1

BIOGRAFI: James Prescott JOULE


James Prescott Joule lahir di Salford, Lancashire, Inggris, pada 24 Desember 1818. Dia anak seorang pengusaha bir yang kaya raya, tetapi sedikitpun dia tidak pernah merasakan pendidikan di sekolah hingga usia 17 tahun. Hal ini disebabkan karena sejak kecil dia selalu sakit-sakitan akibat luka di tulang belakangnya. Dia terpaksa hanya tinggal dirumah sepanjang hari. Ayahnya sengaja mendatangkan guru privat ke rumahnya dan meyediakan semua buku yang diperlukan Joule. Tidak hanya itu, ayahnya menyediakan sebuah laboratorium khusus untuk joule.

Joule tidak hanya mengandalkan pelajaran yang dia dapatkan dari guru privatnya. Dia tetap berusaha belajar sendiri sehungga sebagian besar pengetahuan yang dimilikinya diperoleh dengan cara belajar sendiri. Namun, ada satu pelajaran yang cukup sulit dipahaminya, yaitu matematika.

Setelah usia 17 tahun, Joule masuk ke Universitas Manchester denga bimbingan John Dalton, seorang ahli kimia inggris yang terkenal. Joule dikenal sebagai siswa yang rajin belajar, bereksperimen, dan menulis buku. Buku pertamnya terbit pada 1840 daat berusia 22 tahun. Tiga tahun kemudian bukunya mengenai ekuivalen mekanik panas pun terbit. Lalu tahun 1847, dia menerbitkan buku mngenai hubungan kekekalan energi.
Buku-buku karya Joule menarik perhatian Sir William Thomson atau dikenal dengan Lord Kevin. Joule akhirnya bekerja sama dengan Thomson dan menemukan efek Joule-Thomson. Efek tersebut merupakan prinsip yang kemudian dikembangkan dalam pembuatan lemari es. Efek tersebut menyatakan bahwa gas dibiarkan berkembang ranpa melakukan kerja keluar, maka suhu gas itu akan turun.

Joule bersama dua ahli fisika dari Jerman, yaitu Hermann von Helmholtz dan Julius von
Mayer juga menemukan hokum kekekalan energi bersama. Hukum ini menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi hanya dapat berubah bentuk menjadi energi listrik, mekanik, atau kalor.

Joule adalah orang yang hobi menggeluti fisika. Dengan percobaan, dia berhasil membuktikan bahwa panas(kalori) tidak lainadalah suatu bentuk energi. Dengan demikian, dia berhasil mematahkan teori kalorik yang menyatakan panas sebagau zat alir. Joule (symbol J) adalah satuan SI untuk energi dengan basis unit kg.m2/s2. nama Joule diambil dari penemunya, James Prescott Joule. Joule disimbolkan dengan huruf J. istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Mayer of Heilbronn.
Joule diambil dari satuan unit yang didefinisikan sebagai besarnya energi yang dibutuhkan untuk memberi gaya sebesar satu Newton sejauh satu meter. Oleh sebab itu, 1 Joule sama dengan 1 Newton meter (symbol : N.m). selain itu, satu Joule juga adalah energi absolute terkecil yang dibutuhkan (pada permukaan bumi) untuk mengangkat suatu benda seberat satu kilogram setinggi sepuluh sentimeter.

Definisi atau joule lainnya, yaitu pekerjaan yang dibutuhkan untuk memindahkan potensial satu volt atau satu coulomb volt (sumbol : C.V).

Ukuran 1 Joule juga dapat didefinisikan sebagai pekerjaan untuk menghasilkan daya satu watt terus-menerus selama satu detik atau satu watt sekon (symbol : W.s). konversi 1 joule adalah sama dengan 107 erg. Ukuran 1 Joule mendekati sama dengan 6.241506363x1018 eV (electron Volet), 0,239 kal(kalori), atau 2.7778x10-7 kwh(kilowatt-hour). 2.778x10-4 wH(watt-houre), atau 9.869x10-3 liter-atmosfer.

Berkat penemuan-penemuannya, Joule menerima Copley Medal dan menjadi anggota Presiden Asosiasi Kemajuan Ilmu Pengetahuan di Inggris. Meskipun begitu, kedipuannya sangat sederhana. Tidak seperti ayahnya yang kaya raya, Joule hisup miskin dan menghabiskan masa tuanya dalam penyesalan dan kekecewaan karena banyak penemuan ilmiah digunakan untuk berperang.
Sumber : 1