Senin, 10 November 2014

HEWAN: Ikan LUMBA-LUMBA

                                                    Lumba-lumba adalah mamalia laut yang sangat cerdas, selain itu sistem alamiah yang melengkapi tubuhnya sangat kompleks. Sehingga banyak teknologi yang terinspirasi dari lumba-lumba. Salah satu contoh adalah kulit lumba-lumba yang mampu memperkecil gesekan dengan air, sehingga lumba-lumba dapat berenang dengan sedikit hambatan air. Hal ini yang digunakan para perenanguntuk merancang baju renang yang mirip kulit lumba-lumba.
Lumba-lumba memiliki sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi dan menerima rangsang yang dinamakan sistem sonar, sistem ini dapat menghindari benda-benda yang ada di depan lumba-lumba, sehingga terhindar dari benturan. Teknologi ini kemudian diterapkan dalam pembuatan radar kapal selam. Lumba-lumba adalah binatang menyusui karena lumba lumba adalah mamalia. Mereka hidup di laut dan sungai di seluruh dunia. Lumba-lumba adalah kerabat paus dan pesut. Ada lebih dari 40 jenis lumba-lumba.
Bayi lumba-lumba yang baru lahir akan dibawa ke permukaan oleh induknya agar bisa menghirup udara. Lumba-lumba perlu naik ke permukaan untuk bernapas supaya tetap hidup. Lumba-lumba bernapas melalui lubang udara yang terletak di atas kepalnya. Tubuhnya yang licin dan ramping sangat sesuai untuk berenang. Induk lumba-lumba menyusui anaknya dengan susu yang gurih dan menyediakan energi bagi anaknya supaya cepat besar. Setiap anak lumba-lumba selalu berada di dekat induknya, sehingga ibunya bisa melindungi dari bahaya. Lumba-lumba selalu menjaga hubungan dengan anaknya hingga tumbuh semakin besar. Induk lumba-lumba memanggil anak anaknya dengan siulan khusus yang bisa mereka kenali.
Lumba-lumba hidup dan bekerja dalam kelompok atau disebut kawanan. Mereka sering bermain bersama. Seekor lumba-lumba tidak bisa tidur nyenyak di bawah air. Ia bisa tenggelam. Oleh karena itu, ia setengah tidur beberapa saat dalam sehari. Lumba-lumba makan cumi dan ikan seperti ikan mullet abu-abu. Kadang kadang Lumba-lumba menggiring kawanan ikan agar mudah ditangkap. Lumba-lumba mencari jalan dengan mengirimkan suara di dalam air. Jika suara itu mengenai suatu benda, suara itu akan dipantulkan kembali sebagai gema. Kadang kadang, suara gaduh di laut akibat pengeboran minyak dapat membingungkan lumba-lumba. Mereka akan mengalami kesulitan dalam mengirim dan menerima pesan. Karena lumba-lumba dapat berkomunikasi, maka lumba-lumba disebut sebagai hewan yang paling cerdas, melebihi simpanse. [1]
Manusia senantiasa tertarik dengan kisah lumba-lumba. Bangsa Romawi telah membuat gambar mozaik lumba-lumba sekitar 2.000 tahun lalu. Sekarang, manusia senang berenang di laut bersama binatang yang pandai dan bersahabat seperti lumba-lumba. Lumba-lumba harus berhati hati terhadap ikan hiu yang mungkin menyerang mereka sewaktu waktu. Mereka melindungi diri dengan gigi giginya, kadang-kadang mereka menggunakan paruhnya sebagai pelantak. Manusia dapat menjala banyak sekali ikan bagi lumba-lumba untuk makanannya. Terkadang, lumba-lumba tertangkap oleh jaring nelayan. Mereka tidak dapat menghirup napas di permukaan, akibatnya mereka tenggelam. Ketika bahan kimia yang berbahaya dibuang ke laut, limbah itu bisa meracuni makanan yang dimakan lumba-lumba. Pembangunan waduk di sungai dan pengeringan danau hanya menyisakan sedikit tempat bagi binatang seperti lumba-lumba Brazil untuk hidup.
Lumba-lumba tergolong sebagai mamalia yang cerdas. Lumba-lumba dapat menolong manusia, bila ikan lumba-lumba sudah terlatih, bahkan lingkaran api pun dapat mereka terobos. Singa laut, spesies primata, ikan paus dan anjing juga termasuk binatang yang cerdas. Lumba-lumba yang sudah terlatih dapat melakukan berbagai atraksi dan mereka juga dapat berhitung, tetapi Lumba-lumba liar belum dapat melakukan berbagai atraksi. Sekarang ini, lumba-lumba dan ikan paus sudah langka, maka lumba-lumba dan ikan paus harus dilindungi. Lumba-lumba dan ikan paus telah mulai dilindungi di seluruh dunia.
Taksonomi
·         Suborde Odontoceti, toothed whales
·         Familia Delphinidae, Lumba-Lumba Samudra
·         Genus Delphinus
·         Lumba-lumba moncong panjangDelphinus capensis
·         Lumba-lumba moncong pendekDelphinus delphis
·         Genus Tursiops
·         Lumba-lumba hidung botolTursiops truncatus
·         Indo-Pacific Bottlenose DolphinTursiops aduncus
·         Genus Lissodelphis
·         Northern Rightwhale DolphinLissodelphis borealis
·         Southern Rightwhale DolphinLissiodelphis peronii
·         Genus Sotalia
·         TucuxiSotalia fluviatilis
·         Genus Sousa
·         Indo-Pacific Hump-backed DolphinSousa chinensis
·         Lumba-lumba putih China (jenis dari China), Sousa chinensis chinensis
·         Lumba-Lumba bongkok AtlantikSousa teuszii
·         Genus Stenella
·         Atlantic Spotted DolphinStenella frontalis
·         Clymene DolphinStenella clymene
·         Pantropical Spotted DolphinStenella attenuata
·         Spinner DolphinStenella longirostris
·         Lumba-lumba belangStenella coeruleoalba
·         Genus Steno
·         Rough-Toothed DolphinSteno bredanensis
·         Genus Cephalorynchus
·         Lumba-lumba ChiliCephalorhynchus eutropia
·         Commerson's DolphinCephalorhynchus commersonii
·         Heaviside's DolphinCephalorhynchus heavisidii
·         Hector's DolphinCephalorhynchus hectori
·         Genus Grampus
·         Risso's DolphinGrampus griseus
·         Genus Lagenodelphis
·         Fraser's DolphinLagenodelphis hosei
·         Genus Lagenorhyncus
·         Lumba-Lumba bersisi putih AtlantikLagenorhynchus acutus
·         Dusky DolphinLagenorhynchus obscurus
·         Hourglass DolphinLagenorhynchus cruciger
·         Lumba-Lumba bersisi putih PasifikLagenorhynchus obliquidens
·         Peale's DolphinLagenorhynchus australis
·         Lumba-lumba moncong putihLagenorhynchus albirostris
·         Genus Orcaella
·         Australian Snubfin DolphinOrcaella heinsohni
·         PesutOrcaella brevirostris
·         Genus Peponocephala
·         Melon-headed WhalePeponocephala electra
·         Genus Orcinus
·         Paus PembunuhOrcinus orca
·         Genus Feresa
·         Paus Pembunuh KerdilFeresa attenuata
·         Genus Pseudorca
·         Paus Pembunuh palsuPseudorca crassidens
·         Genus Globicephala
·         Long-finned Pilot WhaleGlobicephala melas
·         Short-finned Pilot WhaleGlobicephala macrorhynchus
·         Familia Platanistoidea, Lumba-Lumba Sungai
·         Genus Inia
·         Boto (Lumba-Lumba Sungai Amazon), Inia geoffrensis
·         Genus Lipotes
·         Lumba-Lumba Sungai China (Baiji), Lipotes vexillifer
·         Genus Platanista
·         Lumba-Lumba Sungai GanggaPlatanista gangetica
·         Lumba-Lumba Sungai IndusPlatanista minor
·         Genus Pontoporia
·         La Plata Dolphin (Franciscana), Pontoporia blainvillei
Enam hewan dalam famili Delphinidae umumnya disebut "paus". Mereka kadang-kadang disebut "blackfish" (ikan hitam):
·         Melon-headed WhalePeponocephala electra
·         Paus PembunuhOrcinus orca disebut juga Seguni[2]
·         Paus Pembunuh kerdilFeresa attenuata
·         Paus Pembunuh palsuPsudoorca crassidens
·         Long-finned Pilot WhaleGlobicephala melas
·         Short-finned Pilot WhaleGlobicephala macrorhynchus
Sebagai makanan
Sashimi lumba-lumba
Daging lumba-lumba dikonsumsi dalam jumlah kecil di beberapa negara, terutama Jepang[3] dan Peru.[4] Daging lumba-lumba cukup padat dan berwarna merah gelap. Lemaknya terkonsentrasi di lapisan antara daging dan kulit. Daging lumba-lumba di Jepang disajikan dengan irisan tipis-tipis seperti sashimi dan dimakan mentah dengan didampingi bawang dan wasabi. Daging lumba-lumba juga dapat dimasak denga cara goreng balut tepung atau direndam dalam air mendidih bersama saus miso dan sayuran. Daging lumba-lumba yang telah dimasak dikatakan mirip dengan hati sapi.[5]

Konsumsi daging lumba-lumba perlu diperhatikan jumlahnya karena daging lumba-lumba mengandung merkuri dengan kadar yang cukup tinggi.[6] Pemerintah Jepang selalu mengawasi warga di daerah yang mengkonsumsi daging lumba-lumba dalam jumlah besar.[7]Pemerintah Jepang merekomendasikan anak-anak dan wanita hamil untuk menghindari konsumsi daging lumba-lumba.[8]
Sumber: 1

HEWAN: Ikan PAUS

Paus atau lodan (khusus yang bergigi dan bukan berukuran kecil) adalah sekelompok mamalia yang hidup di lautan. Sebutan "paus" diberikan pada anggota bangsa Cetacea yang berukuran besar. Paus bukan tergolong dalam keluarga ikan. Paus mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:


Paus purba berevolusi pada pertengahan tempo Eocene, kira-kira 50 juta tahun yang lalu. Salah satu paus terawal yang telah punah adalah Basilosaurus yang mempunyai kepala kecil bermoncong menonjol dan bergigi. Basilosaurus mempunyai panjang 25 meter.
Fosil menunjukkan bahwa paus berasal dari hewan daratan berkuku, kemungkinan dari hewan seperti Mesonychid (hewan seperti serigalayang tinggal di pesisir pantai) yang berangsur-angsur kembali menghunii lautan sekitar 50 juta tahun yang lalu. Satu lagi kemungkinan hewan lain yang berubah menjadi paus, adalah Ambulocetus, mamalia seukuran anjing laut namun memiliki panjang 3 meter seberat 325kilogram.
Pada masa kini dikenal dua kelompok paus, yaitu paus bergigi (Odontoceti) dan paus tidak bergigi (Mysticeti). Paus Odontoceti yang bergigi merupakan pemangsa yang memakan ikansotong, dan mamalia laut, mempunyai satu lubang pernapasan. Paus bergigi berkerabat dekat dengan lumba-lumba dan pesut. Paus tidak bergigi berukuran lebih besar daripada ikan paus bergigi dan mempunyai struktur yang dikenal sebagai balin yang berbentuk sikat. Struktur ini berguna untuk menyaring plankton, makanannya, di air. Paus berbalin mempunyai dua lubang pernapasan.
Klasifikasi
Kerajaan
Filum
Kelas
Upakelas
Ordo
Rentang fosil
50-0 Jtl
Sumber: 1

Selasa, 04 November 2014

HEWAN: BURUNG HANTU



Burung hantu adalah kelompok burung yang merupakan anggota ordo Strigiformes. Burung ini termasuk golongan burung buas (karnivora, pemakan daging) dan merupakan hewan malam (nokturnal). Seluruhnya, terdapat sekitar 222 spesies yang telah diketahui, yang menyebar di seluruh dunia kecuali Antartika, sebagian besar Greenland, dan beberapa pulau-pulau terpencil.
Di dunia barat, hewan ini dianggap simbol kebijaksanaan, tetapi di beberapa tempat di Indonesia dianggap pembawa pratanda maut, maka namanya Burung Hantu. Walau begitu tidak di semua tempat di Nusantara burung ini disebut sebagai burung hantu. Di Jawa misalnya, nama burung ini adalah darès atau manuk darès yang tidak ada konotasinya dengan maut atau hantu. Di Sulawesi Utara, burung hantu dikenal dengan nama Manguni.
Burung hantu dikenal karena matanya besar dan menghadap ke depan, tak seperti umumnya jenis burung lain yang matanya menghadap ke samping. Bersama paruh yang bengkok tajam seperti paruh elang dan susunan bulu di kepala yang membentuk lingkaran wajah, tampilan "wajah" burung hantu ini demikian mengesankan dan kadang-kadang menyeramkan. Apalagi leher burung ini demikian lentur sehingga wajahnya dapat berputar 180 derajat ke belakang.
Umumnya burung hantu berbulu burik, kecoklatan atau abu-abu dengan bercak-bercak hitam dan putih. Dipadukan dengan perilakunya yang kerap mematung dan tidak banyak bergerak, menjadikan burung ini tidak mudah kelihatan; begitu pun ketika tidur di siang hari di bawah lindungan daun-daun.
Ekor burung hantu umumnya pendek, namun sayapnya besar dan lebar. Rentang sayapnya mencapai sekitar tiga kali panjang tubuhnya.
Klasifikasi
Kerajaan
Filum
Kelas
Aves
Ordo
Strigiformes
Wagler, 1830
Famili

Kebiasaan

Kebanyakan jenis burung hantu berburu di malam hari, meski sebagiannya berburu ketika hari remang-remang di waktu subuh dan sore (krepuskular) dan ada pula beberapa yang berburu di siang hari.
Mata yang menghadap ke depan, sehingga memungkinkan mengukur jarak dengan tepat; paruh yang kuat dan tajam; kaki yang cekatan dan mampu mencengkeram dengan kuat; dan kemampuan terbang tanpa berisik, merupakan modal dasar bagi kemampuan berburu dalam gelapnya malam. Beberapa jenis bahkan dapat memperkirakan jarak dan posisi mangsa dalam kegelapan total, hanya berdasarkan indera pendengaran dibantu oleh bulu-bulu wajahnya untuk mengarahkan suara.
Burung hantu berburu aneka binatang seperti serangga, kodok, tikus, dan lain-lain.
Sarang terutama dibuat di lubang-lubang pohon, atau di antara pelepah daun bangsa palem. Beberapa jenis juga kerap memanfaatkan ruang-ruang pada bangunan, seperti di bawah atap atau lubang-lubang yang kosong. Bergantung pada jenisnya, bertelur antara satu hingga empat butir, kebanyakan berwarna putih atau putih berbercak.

Pembasmi tikus

Burung hantu merupakan salah satu jenis burung hantu yang kerap digunakan sebagai hewan pembasmi hama tikus di sektor pertanian. Burung hantu merupakan musuh bebuyutan dari tikus. Karena itu mulai banyak petani maupun perusahaan pertanian yang menggunakan burung hantu untuk menanggulangi serangan tikus. Burung hantu lebih efektif dibandingkan pengendalian tikus menggunakan racun tikus, gropyokan (perburuan tikus melibatkan banyak orang secara bersama-sama dan serempak) dan lain-lain.
Sebagai predator alam, burung hantu jenis Serak Jawa merupakan pemburu tikus yang paling populer dan andal, baik di perkebunan kelapa sawit maupun di pertanian padi. Dalam pertanian, sepasang burung hantu bisa melindungi 25 hektare tanaman padi. Dalam waktu satu tahun, satu ekor burung hantu dapat memangsa 1300 ekor tikus.[1]
Burung hantu juga merupakan predator tikus yang efektif di perkebunan kelapa sawit. Penggunaan burung hantu bisa menurunkan serangan tikus pada tanaman kelapa sawit muda hingga di bawah 5 persen. Dari segi biaya, pengendalian serangan tikus menggunakan burung hantu lebih rendah 50 persen dibandingkan penanggulangan tikus secara kimiawi.[2].
Sejumlah pemerintah daerah mulai menggunakan burung hantu untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi mereka, termasuk Pemerintah Kabupaten Pati. Mulai 2012, Bupati Pati Haryanto mencanangkan program penangkaran burung hantu, dengan biaya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD. Burung hantu yang ditangkarkan digunakan untuk membantu petani mengusir tikus. Pemerintah daerah juga berencana mengeluarkan peraturan daerah (Perda) yang isinya melarang perburuan burung termasuk jenis burung hantu. [3].
Rencana pemerintah Kabupaten Pati mengeluarkan Perda larangan berburu burung hantu mendapat tanggapan positif dari Kementerian Kehutanan Indonesia. Kementerian Kehutanan Indonesia berencana menerbitkan Peraturan Menteri tentang perlindungan burung hantu yang mulai langka di Indonesia. [4]

Ragam jenis

Ordo Strigiformes terdiri dari dua suku (familia), yakni suku burung serak atau burung-hantu gudang (Tytonidae) dan suku burung hantu sejati (Strigidae). Banyak dari jenis-jenis burung hantu ini yang merupakan jenis endemik (menyebar terbatas di satu pulau atau satu wilayah saja) di Indonesia, terutama dari marga Tyto, Otus, dan Ninox.
Beberapa contohnya adalah:
·         Burung hantu Pere David
·         Burung hantu elang Andaman
·         Burung hantu kelabu besar

TytonidaeSerak Jawa (Tyto alba)

·         Serak bukit (Phodilus badius)

StrigidaeCelepuk reban (Otus lempiji)

·         Beluk jampuk (Bubo sumatranus)
·         Beluk ketupa (Ketupa ketupu)
·         Punggok coklat (Ninox scutulata)

·         Kokok beluk (Strix leptogrammica)
Sumber: [1]

HEWAN: PANDA


Panda Raksasa (Ailuropoda melanoleuca - "Kaki-kucing hitam-putih") atau diringkas Panda, adalah seekor mamalia yang biasanya diklasifikasikan ke dalam keluarga beruang, Ursidae, yang hewan asli Tiongkok tengah. Panda Besar tinggal di wilayah pegunungan, seperti Sinchuan dan Tibet. Pada setengah abad ke 20 terakhir, panda menjadi semacam lambang negara Tiongkok, dan sekarang ditampilkan pada uang emasnegara tersebut.
Nama Tionghoanya 熊猫 (xiong mao) berarti "kucing-beruang," dan juga bisa dibaca dibalik tanpa mengubah arti. Ia dinamai panda di Barat karena mirip dengan Panda Merah, dan dulunya dikenal sebagai Beruang Belang (Ailuropus melanoleucus).
Meskipun secara taksonomis ia adalah karnivora, makanannya seperti herbivora, sebagian besar tumbuh-tumbuhan, hampir hanya bambu saja. Secara teknis, seperti banyak hewan, panda adalah omnivora, karena diketahui mereka juga makan telur, dan juga serangga selain bambu. Kedua makanan ini adalah sumber protein yang diperlukan. Telinganya bergerak-gerak saat mereka mengunyah.
Panda Besar juga masih bersaudara dengan Panda Merah, tetapi mereka dinamai mirip sepertinya karena kebiasaan mereka memakan bambu. Sebelum hubungannya dengan Panda Merah ditemukan pada tahun 1901, Panda Besar dikenal sebagai beruang berwarna dua.
Selama puluhan tahun, klasifikasi taksonomi panda yang tepat diperdebatkan karena baik Panda Besar maupun Panda Merah memiliki ciri-ciri seperti beruang dan rakun. Namun, pengujian genetika mengungkapkan bahwa Panda Besar adalah beruang sejati dan termasuk keluarga Ursidae. Saudara terdekatnya dalam keluarga beruang adalahBeruang Berkacamata di Amerika Selatan. Sekarang masih diperdebatkan apakah Panda Merah termasuk keluarga Ursidae atau keluarga rakun, Procyonidae.
Panda Besar termasuk spesies terancam punah, terancam oleh kehilangan habitat dan tingkat kelahiran sangat rendah, baik di alam maupun di kandang. Sekitar 1.600 diyakini masih hidup di alam. Panda Besar adalah lambang Word Wildlife Fund (WWF), organisasi pelestarian alam.
Panda Besar memiliki cakar yang ganjil, dengan "jempol" dan lima jari; "jempol" ini sebenarnya tulang-pergelangan tangan yang termodifikasi. Stephen Jay menulis esai tentang topik ini, lalu menggunakan judul The Panda's Thumb untuk buku kumpulan esainya.
Panda Besar pertama kali dikenal di dunia Barat pada 1869 oleh misionaris Prancis Armand David (1826 - 1900). Panda Besar lama menjadi hewan favorit masyarakat, sebagian karena spesies ini lucu seperti bayi, mirip dengan boneka beruang hidup. Panda juga sering digambarkan sedang berbaring santai sambil makan bambu, bukan berburu, sehingga meningkatlah citranya sebagai hewan manis dan cinta damai.
Peminjaman panda besar ke kebun binatang Amerika Serikat dan Jepang merupakan bagian penting diplomasi panda RRT pada tahun 1970, karena peminjaman ini menandai sebagian pertukaran budaya pertama antara Tiongkok dan dunia Barat.
Namun, pada tahun 1984 panda sudah tidak lagi digunakan sebagai alat diplomasi. Alih-alih, Tiongkok mulai menawarkan panda kepada negara-negara lain untuk peminjaman hanya sepuluh tahun. Ketentuan peminjaman standar mencakup tarif hinggaUS$1.000.000 per tahun dan syarat bahwa anak yang lahir semasa peminjaman adalah milik Republik Rakyat Tiongkok.
Pada 1998 akibat tuntutan hukum oleh WWF,U.S. Fish and Wildlife Service mengharuskan kebun binatang AS yang ingin mengimpor panda agar memastikan bahwa setengah tarif yang dipasang Tiongkok disalurkan untuk upaya pelestarian panda liar dan habitatnya, barulah lembaga tersebut mau mengeluarkan izin pengimporan panda tersebut.
Sumber: [1]

MATEMATIKA: Rumus Bangun DATAR dan Bangun RUANG



A.    RUMUS BANGUN DATAR

a.     Persegi
Bangun persegi memiliki 4 buah simetri putar dan 4 buah simetri lipat.
Rumus :
·         Keliling : 4 x s
·         Luas : s x s (s2)
S = sisi




b.     Persegi panjang
Bangun persegi  panjang memiliki 2 buah simetri putar dan 2 buah simetri lipat.
Rumus :
·         Keliling : 2 x (p+l)
·         Luas : p x l
P= panjang
L= lebar
c.      Segitiga
1.      Segitiga sama kaki
Bangun segitiga sama kaki memiliki 1 buah simetri putar dan 1 buah simetri lipat.
2.      Segitiga sama sisi
Bangun segitiga sama sisi memiliki 3 buah simetri putar dan 3 buah simetri lipat.
3.      Segitiga siku-siku
Bangun segitiga siku-siku tidak memiliki simetri lipat dan memiliki 1 buah simetri putar.
4.      Segitiga sembarang
Bangun segitiga sembarang tidak memiliki simetri lipat dan memiliki 1 buah simetri putar.
Rumus :
·         Keliling : AB+BC+AC
·         Luas : ½  x a x t
a = alas
t= tinggi
d.     Jajargenjang
Bangun jajargenjang memiliki 2 buah simetri putar dan tidak memiliki simetri putar.
Rumus :
·         Keliling: AB+BC+CD+AD
·         Luas: a x t
a=alas
t=tinggi
e.     Trapesium
1.      Trapesium  sembarang
Bangun trapesium sembarang memiliki  1 buah simetri putar dan tidak memiliki simetri lipat.
2.      Trapesium sama kaki
Bangun trapesium sama kaki  memiliki 1 buah simetri putar dan 1 buah simetri lipat.
3.      Trapesium siku-siku
Bangun trapesium siku-siku memiliki 1 buah simetri putar dan tidak memiliki simetri lipat.
Rumus :
·         Keliling : AB+BC+CD+DA
·         Luas: ½ x jumlah sisi sejajar x tinggi
f.        Layang-layang
Bangun layang-layang memiliki 1 simetri putar dan 1 simetri lipat
Rumus:
·         Keliling: 2(AB+BC)
·         Luas: ½ x d1 x d2
d = diagonal
g.     Belah ketupat
Bangun belah ketupat memiliki 2 buah simetri lipat dan 2 buah simetri putar.
Rumus :
·         Keliling : 4 x s
·         Luas: ½ x d1 x d2
d = diagonal

B.    RUMUS BANGUN RUANG
a.     Kubus

Rumus:
·         Luas permukaan: 6 x s=6s2
·         Volume: s x s x s= s3

b.     Balok
Rumus:
·         Luas permukaan: 2{(p x l)+(p x t)+(l x t)}
·         Volume: p x l x t
c.      Limas
Rumus:
·         Luas permukaan: La + jumlah luas segitiga pada bidang tegak
·         Volume : 1/3 x La x t
La=luas alas
t= tinggi
d.     Prisma
Rumus:
·         Luas permukaan : (2 x La)+(K x t)
·         Volume: La x t
La= luas alas
K= keliling alas
t= tinggi
e.     Tabung
Rumus:
·         Luas permukaan: 2 π r (r+t)
·         Luas selimut: 2 π r t
·         Volume : π r2 t
π= 22/7 atu 3,14
r= jari-jari alas
t= tinggi tabung
f.       Kerucut
Rumus:
·         Luas permukaan: π r (r+s)
·         Luas selimut: π r s
·         Volume: 1/3 π r2 t
r= jari-jari lingkaran alas
s= panjang garis pelukis kerucut
t= tinggi kerucut
g.     Bola
Rumus :
·         Luas permukaan: 4 π r2
·         Volume: 4/3 π r3
r= jari-jari bola
Sumber: [1]